alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Karaoke Belum Boleh Buka, Pemandu Lagu: Mesti Jual Diri Buat Makan?

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:21 WIB

Karaoke Belum Boleh Buka, Pemandu Lagu: Mesti Jual Diri Buat Makan?
ILUSTRASI-Dua pemandu lagu karaoke ikut berdemo di depan Gedung Balai Kota Jakarta. [Suara.com/Bagaskara]

Pemandu lagu itu tak menampik, banyak teman satu profesinya yang terpaksa jual diri atau menceburkan diri ke dunia prostitusi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Beberapa sektor ekonomi memang diberi relaksasi di PPKM Level 4. Di antaranya mall, pusat perbelanjaan, restoran dan kafe yang kembali diizinkan beroperasi dengan sejumlah pembatasan.

Wali Kota Bandung Oded M Danial memutuskan tidak memberi relaksasi bagi hiburan malam dan karaoke di masa enerapan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Level 4.

Hal tersebut diputuskan dalam rapat terbatas pada Rabu (18/8/2021) kemarin. Selain karaoke dan hiburan malam, tempat hiburan, tempat bermain anak-anak dan bioskop di mal dan pertokoan masih belum diperbolehkan beroperasi. Di hotel tidak diperbolehkan ada spa/massage dan pijat/refleksi.

Terpisah, beberapa pekerja hiburan malam juga mengalami hal yang sama. Tak dapat penghasilan, mereka terpaksa menjual barang dan berhutang pada rentenir atau pinjaman online.

Baca Juga: Remaja Terjaring Prostitusi Online, Mengaku Dipaksa Ayah Jadi PSK

Pekerja di sektor hiburan malam di Kota Bandung itu terus dibayangi teror rentenir pinjaman online.

Saeful Rohman (30) misalnya. Ia punya utang pinjaman online sekitar Rp 2 juta yang ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sudah dua hari ini Saepul telat membayar pinjaman online. Bukan karena ingin lari dari tanggung jawab, tapi memang bapak satu anak itu belum memiliki uang lantaran tak memiliki penghasilan karena tempatnya bekerja ditutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat hingga Level 4.

Klub malam tempatnya bekerja ditutup selama penerapan kebijakan yang dibuat dalam rangka menekan kasus Covid-19 itu. Selama sebulan ini, otomatis Saepul pun tak mendapat upah sebab tempatnya bekerja pun tak ada pemasukan.

"Sebulan ini ya gak dapat gaji. Repot banget apalagi udah berkeluarga, anak satu," tutur Saepul kepada Suara.com, Kamis (12/8/2021).

Baca Juga: Gunung di Bandung Ini Mirip Natural Bridge di Amerika Serikat

Sebetulnya, bukan kali ini saja kondisi terjepit dialami Saepul selama pandemi Covid-19. Sudah sering klub malam tempatnya bekerja terpaksa tidak beroperasi demi mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan penularan virus Corona.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait