SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut angkat suara soal mural yang kini jadi pembicaraan publik. Ia berpendapat, seni mural akan bermasalah jika menerobos batas-batas kearifan lokal dan etika bersama yang disepakati.
"Selama memenuhi kearifan lokal, etika yang disepakati, saya kira tidak ada masalah," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, diikuti Suara.com, Jumat (27/8/2021).
Pria yang kerap disapa Emil itu menyampaikan, terkait mural kritik politik memang masih ada perdebatan, apakah mural semacam itu boleh atau tidak.
![Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau vaksinasi di kalangan pelajar di SMPN 2 Padaaldang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (21/8/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/08/21/11616-ridwan-kamil.jpg)
Menurutnya, para seniman perlu duduk bersama untuk membahas batasan-batasan berdasar pada kearifan lokal dan etika bersama.
Baca Juga:Ogah Bayar Rp 100 Ribu, Iqbal Tega Tusuk Teman Kencannya 65 Kali
Kesepakatan itu nantinya bisa dijadikan alat takar mural kritik yang baik dan yang tidak baik.
"Memang terjadi perdebatan apakah mural kritik ini boleh atau tidak boleh, saya kira media bisa menarasikan, mewacanakan, mendiskusikan," katanya.
"Mungkin (bisa didiskusikan), mural dan kritik politik, undang semua seniman sampai ketemu kesepakatannya dimana definisi kritik yang baik atau tidak, saya kira ini masalah kesepakatan budaya," ia melanjutkan.
Secara pribadi, sambung Emil, dirinya tidak mempermasalahkan mural sebagai seni ruang publik. Ia mengaku, saat menjadi Wali Kota Bandung, rajin memfasilitasi para seniman Bandung untuk menggambar kota dengan mural-mural.
"Soal mural saya kira tradisi seni kota ini saya mah sangat senang. Dulu saat saya wali kota kan memberikan ruang-ruang, tiang Pasopati dimural, di Siliwangi dimural, tidak masalah," katanya.
Baca Juga:Mayat Terbungkus Selimut di Bandung Ternyata PSK, Batal ML Lalu Ditusuk Pelanggan 65 Kali
Hanya saja, kata Emil, semua harus ada batas yang disepakati termasuk dalam seni mural. Kembali, Emil menegaskan, batas-batas tersebut didasarkan pada etika budaya.
- 1
- 2