“Selain itu, melalui berbagai pelatihan dan workshop, saya yakin pelaku UMKM Indonesia lebih siap dan mampu bersaing di kancah internasional. Kapasitas produksi dan kualitas pelaku UMKM juga akan meningkat,” ujarnya dalam acara opening UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021.
Volume ekspor Siger Jaya Abadi saat ini mencapai kurang lebih 1 kontainer per bulan. Direktur Marketing Siger Jaya Abadi, Ardyanto mengungkapkan, tahun ini ada kenaikan bahan baku mencapai 220% yang terjadi sejak Juli 2020.
“Dari sisi pendapatan, Siger Jaya Abadi berhasil mencatatkan revenue sebesar 5-7 juta dolar AS, atau setara Rp71 juta – Rp99 juta per tahun,” ujarnya.
Untuk market penetration, selama ini perusahaan berfokus pada produk pasteurized crab. Ia pun menargetkan exponential growth 2021 di AS mencapai 5 kontainer per bulan. Target ini dilakukan secara bertahap dengan joint operation bersama perusahaan yang dinilai kuat di sisi supply.
Baca Juga:BRI Fokus Dukung Pelaku Usaha UMKM untuk Naik Kelas
Sementara dari sisi market development, lewat produk yang sudah eksis, Siger Jaya Abadi akan merambah ke Kanada dan Asia Timur, melalui kerja sama dengan mitra yang memiliki akses langsung ke food services/retail.
Perusahaan ini juga berekspansi ke produk diversifikasi, seperti crab sambal, crab mayo/dip, dan pasteurized shrimp yang akan dipasarkan di dalam negeri. Kemudian pangsa pasar luar negeri antara lain Korea Selatan, China, Taiwan, Hong Kong, dan Indonesia.
Terkait diversifikasi, lanjut Ardyanto, kerja sama joint operation tersebut untuk komoditas lobster, gurita, dan cumi-cumi di samping produk rajungan/blue swimming crab.
BRI Hadir Memberi Dukungan
Diungkapkan oleh Direktur Operasional Siger Jaya Abadi, Pulung Nugroho Efek event UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021 telah memberikan banyak keuntungan.
“Keuntungannya adalah penambahan buyer, baik dari dalam maupun luar negeri. Ada pembeli baru dari Amerika, Inggris, Asia maupun lokal,” ujarnya.
Baca Juga:Didukung BRI, Olahan Hasil Laut UMKM Indonesia Ini Mendunia
Seperti diketahui, di tengah pandemi Covid-19, sektor UMKM menjadi industri yang paling terdampak secara ekonomi. Oleh karena itu, BRI semakin menekankan komitmennya untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.