alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bupati Tasikmalaya Minta Rakyat Tak Pilih Wakil Rakyat dari PDIP yang Lupa Rakyat

Ari Syahril Ramadhan Senin, 10 Januari 2022 | 21:06 WIB

Bupati Tasikmalaya Minta Rakyat Tak Pilih Wakil Rakyat dari PDIP yang Lupa Rakyat
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Ade Sugianto berpesan agar kadernya senantiasa dekat dengan rakyat. [Kapol.id]

"Bila hari ini ada wakil rakyat dari PDI Perjuangan lupa kepada rakyat, lebih jauhnya mengkhianati bangsa, maka jangan dipilih lagi untuk periode berikutnya, tegas Ade.

SuaraJabar.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya Ade Sugianto memimpin peringatan HUT ke-49 partainya pada Senin (10/1/2022).

HUT ke-49 PDI Perjuangan di Tasikmalaya diisi dengan serangkaian kegiatan. Mulai dari upacara hingga penyerahan sebanyak 200 paket sembako untuk anak-anak yatim piatu dan jompo.

Pada kesempatan tersebut hadir semua pengurus anak cabang dan organisasi sayap PDI Perjuangan se-Kabupaten Tasikmalaya. Mereka berkumpul di lapangan sepak bola Cisorok, Desa Deudeul, Kecamatan Taraju.

Terhadap segenap kader DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Ade Sugianto yang menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya berpesan dengan tegas mengajak untuk merawat negara dengan baik. Supaya bendera Merah Putih tetap berkibar.

Baca Juga: Megawati Sapa Ahok 'Sahabat Saya', Hasto PDIP: Tak Ada Hubungannya Dengan Pilgub DKI 2024

Salah satu langkah kongkritnya, bagi Ade, adalah dengan tetap memosisikan PDI Perjuangan sebagai bagian dari rakyat. Karena itu, Ade memerintahkan kader untuk tetap bersama masyarakat.

“Kebahagian kita adalah ketika dapat tertawa dan menangis bersama rakyat. Maka bila hari ini ada wakil rakyat dari PDI Perjuangan lupa kepada rakyat, lebih jauhnya mengkhianati bangsa, maka jangan dipilih lagi untuk periode berikutnya,” tegas Ade.

Ade Sugianto juga mengingatkan bahwa selama 49 tahun pula PDI Perjuangan telah berjuang membangun dan menjaga kesatuan bangsa. Perjalanan panjang yang bertolak dari Partai Nasional Indonesia (PNI) besutan Soekarno.

PNI lalu menjadi PDI. Kemudian bertransformasi kembali menjadi PDI Perjuangan sejak 1973. Bagi Ade, perjuangan panjang tersebut tidak dapat diukur hanya dengan kata-kata.

“Bagaimana kerasnya perjuangan mereka untuk bangsa ini, agar menjadi bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, kuat dan maju, sebagaimana dirasakan hari ini. Dahulu, untuk mendirikan negara Indonesia ini perlu pengorbanan darah dan nyawa,” lanjutnya.

Baca Juga: Sampaikan Pesan Megawati, Ganjar: Kader Tidak Boleh Memunggungi Rakyat

Karena itu, sekalipun para kader PDI Perjuangan hanya diminta untuk memperingati hari ulang tahun dengan upacara beberapa menit saja; Ade tetap menganjurkan untuk selau mengingat beratnya perjuangan para pemuda, ulama, santri dan para pejuang lainnya. Termasuk di dalamnya pendiri PDI Perjuangan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait