facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Siswa Baru Pulang Liburan dari Luar Negeri, Sekolah di Cimahi Ini Tunda PTM 100 Persen

Ari Syahril Ramadhan Senin, 17 Januari 2022 | 13:35 WIB

Ada Siswa Baru Pulang Liburan dari Luar Negeri, Sekolah di Cimahi Ini Tunda PTM 100 Persen
ILUSTRASI - Orang tua murid menjemput anaknya usai mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Labu 01, Jakarta, Senin (3/1/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Dengan alasan beberapa siswa baru melaksanakan liburan ke luar negeri, maka tidak diizinkan melaksanakan PTM," ujar Kadisdik Kota Cimahi.

SuaraJabar.id - Pembelajaran Tatap Muka atau PTM 100 persen di Kota Cimahi akhirnya dimulai pada Senin (17/1/2022).

Pada PTM 100 persen, seluruh siswa TK, PAUD, SD hingga SMP hadir ke sekolah mereka masing-masih untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

"Hari ini adalah hari pertama memasuki semester genap sekaligus pelaksanaan untuk pertama kali pembelajaran tatap muka 100 persen untuk siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono saat ditemui pada Senin (17/1/2022).

Namun, ungkap Harjono, masih ada sejumlah sekolah yang absen melaksanakan PTM 100 persen pada semester genap ini.

Baca Juga: Disdikpora Jogja Rencanakan PTM 100 Persen, Jenjang Pendidikan Ini yang Akan Didulukan

Untuk jenjang SD ada 2 sekolah dari total 116 SD yang mengajukan izin menunda PTM secara penuh di tengah pandemi COVID-19.

Sementata untuk jenjang SMP dari total 45 sekolah yang ada di Kota Cimahi, 1 sekolah diantaranya memutuskan untuk menunda PTM 100 persen.

Alasan 2 SD dan 1 SMP di Kota Cimahi belum melaksanakan PTM lantaran ada siswa yang baru pulang dari luar negeri.

"Dengan alasan beberapa siswa baru melaksanakan liburan ke luar negeri, maka tidak diizinkan melaksanakan PTM. Untuk TK baru ada dua TK yang melaporkan diri belum bisa melaksanakan PTM," beber Harjono.

Dikatakannya, pelaksanaan PTM 100 persen di tengah ancaman Omicron ini sudah disepakati stakeholder terkait seperti Dinas Kesehatan. Untuk durasi pembelajaran dilaksanakan maksimal 6 jam dalam sehari.

Baca Juga: 16 Siswa dan 3 Guru Positif Covid-19, 15 Sekolah di Jakarta Ditutup Sementara

"Untuk kegiatan ekstrakulikuler juga dibatasi, yang dibolehkan hanya yang esensial dan belum boleh keluar dari halaman sekolah," imbuh Harjono.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait