Dishub Bandung Barat Gelontorkan Rp 19 Miliar untuk Awasi Kawasan Wisata hingga Jalan Tikus

"Untuk kamera ATCS akan dipasang di setiap simpang dan ruas jalan. Termasuk di jalan alternatif, di kawasan wisata, di titik rawan kecelakaan, dan kriminalitas," beber Fauzan.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 31 Januari 2022 | 14:56 WIB
Dishub Bandung Barat Gelontorkan Rp 19 Miliar untuk Awasi Kawasan Wisata hingga Jalan Tikus
ILUSTRASI - Arus Lalu Lintas di Kawasan Wisata Lembang, Bandung Barat.[Ferry Bangkit/SuaraJabar]

SuaraJabar.id - Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal memasang ratusan Automatic Traffic Control System (ATCS) di ruas jalan arteri, alternatif, persimpangan, hingga kawasan wisata.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Bara Fauzan Azima mengatakan total ada sebanyak 129 kamera yang dipasang di 50 titik ruas jalan arteri serta persimpangan. ATCS tersebut juga sudah dilengkapi dengan sistem pengeras suara.

"Untuk suara sudah ada, terhubung ke titik speaker di CCTV. Jadi kalau ada yang melanggar hukum misalnya enggak pakai helm, terus melawan arus, bisa diinformasikan dari ruang kontrol ATCS ini," terang Fauzan di Kantor Pemkab Bandung Barat pada Senin (31/1/2022).

Nantinya ATCS tersebut akan dioperasikan dari ruangan kontrol di lingkungan kantor Dinas Perhubungan Bandung Barat yang dioperatori belasan personel Dishub yang sudah menjalani pelatihan.

Baca Juga:Kisah Agus yang Dibantu Komunitas Agus-Agus Bersaudara, Diberi Modal untuk Buka Usaha

Fauzan mengungkapkan, pengadaan ATCS untuk pengadaan ratusan ATCS tersebut pihaknya sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 19 miliar dari APBD KBB tahun 2022.

"Untuk kamera ATCS akan dipasang di setiap simpang dan ruas jalan. Termasuk di jalan alternatif, di kawasan wisata, di titik rawan kecelakaan, dan kriminalitas," beber Fauzan.

Dirinya melanjutkan, pengoperasian ATCS tersebut juga bertujuan untuk pengawasan kelalulintasan di Bandung Barat terutama saat momen libur hari raya keagamaan dan libur panjang mengingat Bandung Barat memiliki kawasan Lembang yang jadi tujuan wisata.

"Secara prinsip monitoring ini untuk memberikan informasi jalan mana yang harus dipilih jika terjadi kemacetan. Misalnya di Lembang, nanti akan diberikan early warning jalan mana saja yang bisa dilalui saat berlibur untuk menghindari kemacetan," pungkas Fauzan.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Baca Juga:Belasan Jam Menghilang di Waduk Saguling, Ahmad Sopandi Ditemukan Tak Bernyawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak