facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gunung Manik Tempat Moksa Seorang Ningrat, Sekarang Dikenal dengan Penampakan Sangkur Raksasa

Galih Prasetyo Sabtu, 12 Maret 2022 | 18:10 WIB

Gunung Manik Tempat Moksa Seorang Ningrat, Sekarang Dikenal dengan Penampakan Sangkur Raksasa
Sangkur Atau Belati Raksasa yang Menancap dj Gunung Manik, Kabupaten Bandung Barat (Suara.com/Ferry Bangkit)

Gunung Manik dulunya dijadikan sebagai tempat bertapa atau semedi oleh seorang ningkrat bernama Raden Rangga Manik

SuaraJabar.id - Gunung Manik merupakan salah satu gunung yang berada di hamparan Kars Citatah di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Gunung tersebut sangat kental akan sejarah dan menyimpan misteri tentang sosok yang sedang bertapa namun hilang dalam pertapaannya. Gunung Manik memiliki tanda berupa sangkur atau pisau belati raksasa yang menancap di puncak gunung.

Keberadaan sangkur raksasa tersebut kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis mistis. Bahkan, ada segelintir orang yang mengaitkan pisau belati itu dengan peristiwa bencana Tsunami Aceh tahun 2004. Kemudian, pada malam hari sangkur tersebut akan terlihat menyala.

Namun, cerita sebenarnya dibalik sangkur raksasa itu diungkap Ketua Forum Pemuda Citatah Asep Sulaeman. Ia menerangkan pisau belati setinggi 8 meter tersebut ternyata sebuah monumen yang dibuat oleh kesatuan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus).

Baca Juga: Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Penambang Pasir Diimbau Waspada Banjir Lahar

"Jadi sangkur atau belati ini dibangun oleh Pusdiklatpassus tahun 2004 saat pengibaran bendera raksasa," ungkap Asep kepada Suara.com, belum lama ini.

Sangkur raksasa di Gunung Manik itu terlihat jelas ketika berkendara di jalan nasional yang mengarah dari Padalarang menuju Cianjur ataupun sebaliknya. Pondasinya menggunkan sebuah style box yang merupakan peninggalan Belanda.

"Jadi di atas itu ada semacam style box peninggalan Belanda, ada tiga. Kayanya tempat persembunyian zaman dulu. Nah yang dipakai (pondasi) sangkur itu yang tengah," ungkap Asep.

Asep menjelaskan, dibangunnya belati di atas Gunung Manik tersebut bertujuan sebagai penanda bahwa gunung tersebut merupakan tempat latihan para prajurit TNI. Sejarah mencatat sejak tahun 1965 Gunung Manik sudah digunakan sebagai tempat latihan tentara RPKAD.

"Kenapa di gunung didirikan sangkur atau pisau? Ini menandakan daerah latihan Kopassus. Bukan asal membangun, menandakan ini daerah latihan," jelas Asep.

Baca Juga: Keluarkan Awan Panas Guguran, BPPTKG Pastikan Gunung Merapi Belum Membahayakan Penduduk

Dibalik sangkur raksasa yang menancap, Gunung Manik ternyata merupakan gunung keramat sejak dulu. Asal-usul gunung keramat hingga dinamakan Manik itupun didapat Asep dari salah seorang ahli waris.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait