"Kata teman, ada polisi ditembak polisi di rumah polisi dan diperiksa polisi, yang mati cctv," sindir warganet.
"Kalau difilmkan judulnya mungkin, Ada Apa dengan CCTV," komentar warganet.
"Di cek dulu, itu cctv rusak kesamber petir kapan? Misalnya petir sebulan lalu, 2 bulan lalu , masa iya gak di service, sekelas rumah dinas jenderal loh," ujar warganet.
"Akhirnya dalang CCTV kena juga. Kejagung si dia yang nangani, KM50 juga si dia yang nangani, ehhh di rumah kerjanya alasannya rusak juga. Bohong ke 1 bisa dimengerti, bohong ke 2 masih di mengerti, bohong ke 3 akhirnya digaplok," kata warganet lain.
Baca Juga:5 Fakta Mencengangkan 31 Anggota Polisi Diduga Langgar Kode Etik di Kasus Brigadir J
"CCTV nya cerdas . Paham situasi, tahu kapan harus nyala, kapan harus offline," celetuk warganet.
"Ferdy Sambo, sang Pawang CCTV," timpal yang lainnya.
Permohonan Ayah Brigadir J ke Ferdy Sambo

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, mengaku siap membuka pintu maaf untuk Ferdy Sambo yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas kematian putranya tersebut.
"Kita selaku umat manusia, apalagi kita di negara ini, menurut agamanya masing-masing, pintu maaf telah terbuka," ungkap Samuel, seperti dikutip dari akun Instagram @lambegosiip.
Baca Juga:Bisnis Haram dan Misteri Kekayaan Ferdy Sambo
"Tapi di negara kita ini ada hukum negara kita Republik Indonesia berjalan hukum yang ada di negara kita sesuai dengan apa yang diperoleh," katanya lebih lanjut.