Suami Cuma Kasih Rp 500 Ribu ke Istri Meski Gajinya sampai Rp 7 Juta, Alasannya Bikin Emosi

Tak sampai 10 persen dari gajinya sebulan yang diberikan kepada sang istri, membuat publik ramai memberi kecaman.

Ari Syahril Ramadhan | Elvariza Opita
Senin, 22 Agustus 2022 | 04:45 WIB
Suami Cuma Kasih Rp 500 Ribu ke Istri Meski Gajinya sampai Rp 7 Juta, Alasannya Bikin Emosi
ILUSTRASI uang gaji. [Freepix]

SuaraJabar.id - Curahan hati seorang suami mengenai jatah bulanan untuk istrinya sedang menjadi bulan-bulanan di media sosial. Pasalnya ia mengaku cuma memberikan Rp 500 ribu, padahal gajinya dalam sebulan bisa mencapai Rp 7,2 juta.

Hal ini seperti terlihat di unggahan akun Instagram @igtainmenttt. Tampaknya postingan ini pun diambil dari cuitan anonim oleh akun Twitter @tanyakanrl.

"Gaji 6-7,2 juta," ungkap pria itu, seperti dikutip SuaraJabar.id, Minggu (21/8/2022). Ia mengaku saat ini menjalani hubungan jarak jauh dengan istrinya karena bekerja di luar kota, sehingga ia pun harus menyewa kamar kos.

"Bayar kos Rp900 ribu. Makan Rp1,5 juta. Bayar tagihan motor Rp1 juta," tuturnya melanjutkan.

Baca Juga:Cerita Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, Hits hingga Viral dan Berujung Permintaan Maaf

Tak hanya itu, ia juga terlihat memberikan sejumlah uang untuk ibu dan adiknya. Keduanya total mendapatkan Rp1,5 juta per bulan, sementara sang istri cuma mendapatkan antara Rp500.000 sampai Rp700.000. Lalu sisa gajinya disebut ditabung.

Jelas warganet ikut dibuat mencak-mencak dengan rincian pengeluaran tersebut. Apalagi ketika mereka mengetahui penyebab sang suami tega hanya memberikan sepuluh persen dari penghasilannya kepada istri.

Rupanya ia menilai istrinya bisa menghasilkan pendapatan sendiri. Selain itu, sang istri ternyata masih tinggal dengan orangtuanya alias mertua dari pria ini.

"Wajar gak kalo suami ngasih istri segini walaupun istri ada penghasilan sendiri???" tanya @igtainmenttt yang langsung mendapat beragam respons warganet.

Seperti bisa diduga, kolom komentar postingan tampak dipenuhi dengan kecaman untuk pria itu. Banyak yang mengingatkan bahwa memberi nafkah kepada istri adalah prioritas, bahkan melebihi urusan membiayai keluarga.

Baca Juga:Deretan Kasus Dugaan Kebocoran Data di Indonesia Sepanjang 2022, Terbaru Riwayat Browsing Pengguna Indihome

"Meditt," kritik warganet.

"Uang istri setara uang jajan adeknya wkwk," ujar warganet.

"Istri kerja ataupun engga, wajib didahulukan," komentar warganet.

"Gaji 6-7 juta kasih istri cuma 10% dari penghasilan... Baik-baik mas, semoga gak seret rejekinya," kata warganet lain.

"Wajar banget kalo ganti suami," celetuk warganet.

"Wajar ditinggalin min," imbuh warganet lain.

"Tabungin aja mbak kalo gitu, buat daftarin ke pengadilan agama. Kan ga ada gunanya juga laki-laki gitu," usul warganet.

"Berbakti kepada ibu tapi jangan dzolim dengan istri. Berbakti pada ibu wajib, tapi juga harus memuliakan istri," timpal yang lainnya.

Mana yang Lebih Utama, Menafkahi Istri atau Ibu?

Ilustrasi mertua dan menantu (Pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi mertua dan menantu (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Seyogyanya seorang pria memang bisa memuliakan istri sekaligus berbakti kepada ibu. Dengan kata lain, ia bisa menafkahi istri dan ibunya sekaligus dengan jumlah yang memadai.

Namun tidak semua pria bisa melakukan hal ini, bukan? Karena itulah diperlukan skala prioritas, yang bila merujuk pada Islampos.com maka seharusnya mendahulukan istri dan anak.

Hal ini sejalan dengan pendapat para ahli fiqih, termasuk penyusun kitab Kasyful Kina'. Menurutnya seseorang yang tidak memiliki kelebihan nafkah maka waijb mencukupi kebutuhannya sendiri terlebih dahulu.

Jika ada kelebihan, maka yang harus didahulukan adalah istri berdasarkan kewajiban saling timbal balik atau al-mu'awadoh, yakni istri memberi pelayanan kepada suami dan diimbali dengan nafkah.

Hal ini juga sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, "Jika Allah Ta’ala memberikan kepada salah seorang di antara kalian kebaikan – nikmat atau rezeki, maka hendaknya dia memulai dengan dirinya dahulu dan keluarganya." (HR Muslim)

Lalu Rasulullah SAW juga bersabda, "Nafkah yang paling besar pahalanya adalah nafkah yang dikeluarkan oleh seseorang kepada keluarganya." (HR Muslim)

Barulah jika mempunyai kelebihan rezeki lagi bisa membagikannya kepada orang tua, terutama bila mereka sudah tak mampu lagi bekerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini