Harga Telur Ayam di Bandung Barat dan Cimahi Melejit hingga Bikin Emak-emak Menjerit, Ini Biang Keroknya

Awalnya, Agus dan para peternak ayam petelur sempat memilih untuk tidak menaikan harga jual telur ayam meskipun di pasaran sudah naik.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 25 Agustus 2022 | 14:43 WIB
Harga Telur Ayam di Bandung Barat dan Cimahi Melejit hingga Bikin Emak-emak Menjerit, Ini Biang Keroknya
ILUSTRASI - Harga telur ayam 'meledak' di Indonesia. (ANTARA)

Dalam sehari, Agus harus membeli pakan sekitar satu karung yang berisi 50 kilogram untuk 400 ekor ayam yang tersisa saat ini. Dari ratusan ekor ayam tersebut, telur yang dihasilkan hanya sekitar 15 kilo setiap harinya.

"Dari 400 ekor, hanya sekitar 80 persen yang aktif bertelur setiap harinya. Hasilnya sekitar 15 kilo dalam sehari. Paling di jual di sekitar sini," ungkapnya.

Agus berharap pemerintah segera mencarikan solusi terkait masalah pakan yang mahal. Sebab jika terus dibiarkan, ia memprediksi harganya akan terus mengalami kenaikan. "Kalau gak ada solusi, ini mungkin saja naik terus harga pakan sama telur," pungkasnya.

Kenaikan harga telur ayam ini membuat sejumlah warga kelimpungan, terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM makanan yang tergantung pada telur ayam.

Baca Juga:Mendag Zulkifli Hasan Bongkar Penyebab Harga Telur Ayam Jadi Tertinggi dalam Sejarah

Seorang pedagang martabak di Kota Cimahi bernama Rizal (43) mengatakan kenaikan harga telur ayam ini menyulitkan mereka.

Di tengah belum baiknya daya beli masyarakat, ia tak berani menaikan harga jual martabak meski harga telur naik. Kondisi ini membuat keuntungan yang ia dapat makin tipis.

"Normalnya harga telur ayam Rp 25 ribu lah. Kalau kaya sekarang kita mau naikin harga juga takut pembeli balik kanan," ujarnya.

"Bukan cuma pedagang. Saya ngobrol sama ibu-ibu di pasar juga mereka ngeluh harga telur tinggi," lanjut dia.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Baca Juga:Beredar Foto Jadul di Pasar Tradisional Bukittinggi Tahun 1930, Publik Takjub Lihat Outfit Penjual

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak