Tiga Orang Tewas dalam Insiden Suzuki Swift Tertabrak KA Serayu di Tasikmalaya

Mobil terseret sekira 40 meter ke arah timur. Bagian kiri mobil rusak parah karena terhantam lokomotif.

Ari Syahril Ramadhan
Minggu, 13 November 2022 | 13:15 WIB
Tiga Orang Tewas dalam Insiden Suzuki Swift Tertabrak KA Serayu di Tasikmalaya
Suzuki Swift tertabrak kereta api di Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (13/112022). [Kapol.id]

SuaraJabar.id - Sebuah mobil Suzuki Swift dengan nomor polisi Z 1315 HF tertabrak Kereta Api Serayu di perlintasan kereta api yang tak ada penjagaan petugas di Jalan Leuwidahu, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (13/11/2022) sekira pukul 04.00 WIB.

Insiden itu menyebabkan tiga orang tewas. Sati orang meninggal di tempat sementara dua lainnya i meninggal saat mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Dari keterangan polisi, korban yang meninggal saat mendapatkan perawatan di RSUD adalah Alif Mutaqin (19) dan Mulaqi Robi (19).

“Rizky Rahmatulloh (19) meninggal di lokasi kejadian,” ucap Kanit Gakkum Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Ipan Faisal.

Baca Juga:Garut Dilanda Dua Gempa Bumi pada Malam Minggu, Warga: Dikira Ada Truk Besar Lewat

Sementara itu seorang lagi, Aslam Hidayatullah kondisinya kritis dan masih mendapat perawatan di RSUD dr Soekardjo.

“Korban tewas sudah dibawa oleh pihak keluarga dan segera dimakamkan,” tuturnya.

Hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, mobil terseret sekira 40 meter ke arah timur. Bagian kiri mobil rusak parah karena terhantam lokomotif.

Kecelakaan melibatkan kereta api dengan mobil di perlintasan kereta api Leuwidahu Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (13/11/2022) sekira pukul 04.00 WIB.

Saat itu sebuah mobil bernopol Z 1315 HF dari arah Indihiang hendak menyeberangi perlintasan kereta api yang tidak ada penjagaan petugas.

Baca Juga:Garut Dilanda Gempa Bumi, Goncangannya Terasa hingga Cianjur dan Bandung

“Saat bersamaan datang kereta api Serayu dari arah Bandung menuju Stasiun Tasikmalaya.”

News

Terkini

"Pelaku pertama kali mengenal korban karena korban pesan Grab, kemudian pelaku sebagai driver Grab merasa cocok dan berlangganan, kemudian mereka tinggal bersama," ujarnya.

News | 21:59 WIB

"Untuk si korban sendiri pernah berkeluarga tapi sudah berpisah, tapi si pelaku pengakuannya sudah memiliki keluarga dan memiliki anak tapi masih kami dalami," ujar Kapolres.

News | 16:16 WIB

Kenapa saya berkomentar karena penggunaan jas berwarna kuning karena saya anggap tidak pantas digunakaan saat melakukan pertemuan dengan murid," kata Sabil.

News | 18:17 WIB

"Gini saya ulangi lagi ya, takdir ke mana saya tidak tahu, yang pasti pasti lebih baik dirawat," kata Ridwan Kamil.

News | 14:56 WIB

Beredar cuit lawan Ridwan Kamil juga gunakan kata Maneh yang membuat netizen heboh.

News | 11:04 WIB

Cara Ridwan Kamil memberikan pinned pada komentar di Instagram disorot publik.

News | 10:48 WIB

"Ini dikarenakan komentar saya di IG Gubernur Ridwan Kamil," kata Muhammad Sabil Fadhilah

News | 10:18 WIB

"Alhamdulillah membaik, masih belum stabil penuh, tapi sudah bisa makan," ujar putra Umuh Muchtar itu.

News | 19:30 WIB

"Warga mengatakan asap pekat itu makin tidak enak dihirup dan cepat sesaknya. Apalagi ketika mereka melakukan aktivitas di sawah, di kebun," kata Manajer Advokasi Walhi Jabar.

News | 16:25 WIB

P3DN digelar guna memberikan apresiasi kepada para pihak yang telah berkontribusi terhadap pengoptimalan penggunaan Produk Dalam Negeri.

News | 16:07 WIB

Sejumlah hasil lembaga survei mencatatkan bahwa elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk berlaga di Pilpres 2024 cukup diperhitungkan.

News | 16:56 WIB

Keran kamar mandi dari Ateson home memiliki bentuk yang minimalis dan futuristik.

Lifestyle | 11:15 WIB

"Di Ranca Upas itu ada area habitat lutung Owa Jawa selain habitat mamalia. Kami pernah menemukan ada habitat kancil jiga," ujar Meiki.

News | 19:29 WIB

"Panitia dan pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini harus bertanggung jawab atas kejadian ini," tegas Dadang Supriatna.

News | 14:02 WIB

"Apa dasar hukumnya, karena hutan berstatus hutan lindung dan peruntukan hutan tidak dapat dipakai untuk kegiatan nonkehutanan," kata Dedi Gejuy.

News | 13:01 WIB
Tampilkan lebih banyak