Pemudik Diminta Tak Lewat Jalur Cisewu, Kamojang, dan Cijapati saat Arus Balik

Jalur alternatif tersebut, tambahnya, memiliki kondisi jalan yang berkelok, tidak terlalu lebar, terdapat tanjakan dan turunan, sehingga diperlukan kehati-hatian saat melewati

M Nurhadi
Minggu, 14 April 2024 | 12:41 WIB
Pemudik Diminta Tak Lewat Jalur Cisewu, Kamojang, dan Cijapati saat Arus Balik
Sejumlah pemudik bersepeda motor. [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraJabar.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyarankan kepada pengendara yang akan melakukan perjalanan arus balik Lebaran untuk tidak memilih jalur alternatif Cisewu, Kamojang, dan Cijapati dari arah Garut menuju Bandung saat malam hari, terutama jika mereka belum berpengalaman di jalur tersebut.

"Disarankan untuk menggunakan jalur alternatif Garut-Bandung pada siang hari. Namun, malam hari sebaiknya dihindari," ujar Kepala Dishub Kabupaten Garut, Satria Budi, di Garut, Minggu (14/4/2024).

Satria menjelaskan bahwa Kabupaten Garut memiliki beberapa jalur alternatif yang menghubungkan dengan Kabupaten Bandung, selain jalur utama provinsi yang melintasi Tarogong-Leles-Kadungora menuju Nagreg, Bandung.

Jalur alternatif tersebut, tambahnya, memiliki kondisi jalan yang berkelok, tidak terlalu lebar, terdapat tanjakan dan turunan, sehingga diperlukan kehati-hatian saat melewatinya.

Baca Juga:H-3 Lebaran 2024: Puluhan Ribu Kendaraan Pemudik Padati Jalur Nagreg

Terutama untuk jalur selatan lintas Cisewu, lanjutnya, memiliki risiko bencana alam tanah longsor yang meningkat saat musim hujan, yang dapat mengganggu akses jalan tersebut.

"Bisa digunakan dengan catatan disarankan tidak malam hari, apalagi hujan, karena rawan longsor," katanya, dikutip via Antara.

Jika terpaksa harus melewati jalur alternatif tersebut, kata Satria, sebaiknya bisa beramai-ramai. Tapi apabila turun hujan saat malam hari, tetap disarankan menggunakan jalan utama.

Ia menyebutkan risiko lainnya melewati jalur alternatif lintas Cisewu yakni tersesat saat di kawasan perkebunan. Untuk itu disarankan menggunakan jalur biasa untuk kenyamanan, keamanan, dan keselamatan.

"Ya, sebaiknya jalur biasa," katanya.

Baca Juga:Mudik Lebaran 2024: Siapkan Jalur Alternatif, Tol Bocimi Seksi 2 Batal Dibuka

Pernyataan lain disampaikan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut Iptu Aang Andi Suhandi yang menyarankan pengendara untuk menggunakan jalan utama provinsi atau nasional.

Ia menyebutkan seperti jalur alternatif Cijapati yang menghubungkan Garut dengan Bandung lintas Kadungora itu tidak layak untuk dilewati kendaraan besar seperti bus.

"Kendaraan-kendaraan besar seperti bus 3/4 atau bus besar, kami mengimbau tidak menggunakan jalur alternatif karena medannya cukup sulit, gunakan jalur nasional atau provinsi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak