Longsor Proyek di Jatinangor: 3 Pekerja Tewas, 3 Lainnya Masih Tertimbun Material

Longsor timbun 6 pekerja konstruksi di Desa Cisempur, Jatinangor, Sumedang, Jumat (2/1/2026). 3 orang dilaporkan tewas, 3 lainnya masih dicari Tim SAR di tengah cuaca mendung.

Andi Ahmad S
Jum'at, 02 Januari 2026 | 20:35 WIB
Longsor Proyek di Jatinangor: 3 Pekerja Tewas, 3 Lainnya Masih Tertimbun Material
Ilustrasi Longsor di Sumedang Jawa Barat [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemkab Sidrap]
Baca 10 detik
  • Insiden Kecelakaan Kerja Longsor di Desa Cisempur, Jatinangor, merupakan kecelakaan kerja konstruksi yang menimbun enam pekerja. Tim SAR gabungan terus berupaya mengevakuasi seluruh korban yang tertimbun material di lokasi kejadian.

  • Status Korban Terkini Dari enam pekerja yang tertimbun, tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian. Proses evakuasi dilakukan bertahap sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

  • Proses Evakuasi Tim SAR Basarnas memimpin evakuasi dengan mengutamakan keselamatan personel di tengah cuaca mendung. Operasi ini melibatkan berbagai unsur seperti Polri, TNI, BPBD, serta warga sekitar secara hati-hati.

SuaraJabar.id - Kabar duka menyelimuti kawasan pendidikan Jatinangor di awal tahun 2026. Sebuah insiden kecelakaan kerja yang fatal terjadi di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Jumat (2/1/2026).

Aktivitas pembangunan konstruksi yang seharusnya berjalan produktif berubah menjadi petaka ketika tanah tebing di lokasi proyek tiba-tiba longsor dan menimbun para pekerja yang sedang beraktivitas di bawahnya.

Peristiwa ini sontak mengejutkan warga sekitar dan memicu respons cepat dari Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan.

Hingga berita ini diturunkan, operasi penyelamatan masih berlangsung dramatis di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Baca Juga:Gubernur Dedi Mulyadi Larang Total Penanaman Sawit di Jawa Barat Mulai 2026

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung, Muhammad Adip, yang berada di lokasi kejadian mengonfirmasi bahwa insiden ini murni merupakan kecelakaan kerja konstruksi, bukan bencana alam murni yang menimpa pemukiman.

Adip menjelaskan detik-detik mengerikan saat tanah labil tersebut ambruk.

"Kronologis kejadian bermula saat aktivitas pembangunan konstruksi yang mengakibatkan dari total delapan pegawai, enam orang tertimbun longsor," katanya, dilansir dari Antara.

Dari total enam orang yang tertimbun, nasib nahas menimpa tiga pekerja. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tubuh mereka, namun sayangnya sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, nasib tiga rekan mereka lainnya masih belum diketahui dan kini menjadi prioritas utama pencarian.

Baca Juga:Gak Perlu Jauh-Jauh, 5 Spot Wisata Hits di Depok yang Cocok Buat Quality Time Bareng Keluarga

"Sebanyak sejumlah masih tertimbun material longsor, sementara tiga orang lainnya telah berhasil dievakuasi. Perkembangan selanjutnya akan terus disampaikan secara berkala," ujar Adip.

Tantangan berat dihadapi oleh tim penyelamat di lapangan. Berdasarkan pantauan langsung, kondisi cuaca di wilayah Jatinangor terpantau mendung pekat dan sempat diguyur hujan.

Hal ini membuat struktur tanah di lokasi kejadian menjadi semakin labil dan berbahaya, meningkatkan risiko longsor susulan yang bisa membahayakan nyawa tim penyelamat.

Basarnas menegaskan bahwa prosedur keselamatan menjadi harga mati dalam operasi ini. Tidak ada kompromi bagi keselamatan personel SAR.

“Komando operasi SAR berada di bawah Basarnas, sehingga seluruh proses evakuasi mengedepankan faktor keselamatan. Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, operasi akan dihentikan sementara. Namun untuk saat ini, tim masih melanjutkan upaya evakuasi hingga tuntas,” jelas Adip.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak