Modus Deepfake Marak di Media Sosial, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Digital

Video AI menyerupai Purbaya Yudhi Sadewa digunakan pelaku untuk membangun kredibilitas palsu dan menjaring korban penipuan daring.

Fabiola Febrinastri | Tantri Amela Iskandar
Senin, 11 Mei 2026 | 16:52 WIB
Modus Deepfake Marak di Media Sosial, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Digital
Berita tentang Menkeu Purbaya yang membagi-bagikan dana hibah dibantah BRI: hoaks! (Dok: BRI)

SuaraJabar.id - Terbaru, sebuah video pendek yang menampilkan sosok Menteri Keuangan RI, Purbaya, tengah viral di platform media sosial TikTok. Dalam video tersebut, sosok yang menyerupai Menkeu Purbaya tampak memberikan pengumuman menggiurkan mengenai pembukaan pendaftaran dana hibah yang diklaim akan disalurkan melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan Redaksi Suara.com, video tersebut dipastikan merupakan hasil rekayasa teknologi AI atau deepfake yang bertujuan untuk menjaring korban penipuan dengan skema pengumpulan data pribadi atau manipulasi finansial.

Tidak ditemukan video resmi atau melalui akun resmi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang menyatakan keterangan tersebut.

Manipulasi Suara dan Wajah untuk Menjebak Korban
Video hoaks yang menyebar luas ini salah satunya diunggah oleh akun TikTok dengan username @bantuan.dana.hibah183. Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, visual Menkeu Purbaya terlihat sangat meyakinkan dengan gerak bibir yang seolah-olah sinkron dengan narasi yang disampaikan. Sosok Menkeu Purbaya dalam video itu mengucapkan kalimat instruksi yang sangat spesifik:

Baca Juga:Bersyukur Persib Kalahkan Persija, Ketua Viking: Tinggal Dua Step Lagi Juara

"Untuk yang ingin mendapatkan dana hibah. Silahkan hubungi saya segera sebelum pendaftaran tertutup," ucap tokoh dalam video tersebut.

Hal serupa juga terdapat pada unggahan lainnya pada akun yang sama.

Pesan ini dirancang untuk menciptakan efek urgensi (sense of urgency) sehingga masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan finansial terdorong untuk segera mengklik tautan tertentu atau menghubungi nomor yang tertera di profil akun tersebut.

Modus seperti ini biasanya berujung pada permintaan data sensitif seperti nomor rekening, PIN, kode OTP, hingga biaya administrasi palsu yang harus dibayarkan oleh calon penerima hibah.

PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) memastikan bahwa bank tidak pernah mengelola program dana hibah yang proses pendaftarannya dilakukan melalui akun media sosial personal atau pihak ketiga yang tidak resmi.

Baca Juga:Persib Bungkam Persija 2-1, Bobotoh Pesta Kemenangan di Bandung

Corporate Secretary BRI, Dhanny menegaskan, BRI tidak pernah meminta masyarakat untuk melakukan pendaftaran, transfer dana, maupun memberikan data pribadi dan data perbankan, termasuk PIN, password, OTP, maupun informasi rahasia lainnya.

"Terkait beredarnya akun media sosial yang menggunakan atribut dan identitas BRI untuk menawarkan program “bantuan dana hibah” dan “KUR online”, dapat kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah HOAX dan bukan berasal dari BRI dan tidak memiliki keterkaitan dengan produk, layanan, maupun program resmi Perseroan," ujar Dhanny dalam keterangan yang disampaikan kepada Redaksi Suara.com pada Senin (11/5/2026).

Ia juga meminta kepada nasabah agar selalu melakukan verifikasi ulang terhadap setiap promo atau program bantuan yang mengatasnamakan BRI melalui kanal komunikasi resmi perusahaan yang sudah terverifikasi dengan tanda centang biru.

"BRI tidak pernah menggunakan tokoh / pejabat pemerintah dalam melakukan promosi produk dan jasa yang ditawarkan. Masyarakat kami himbau untuk selalu waspada dengan modus modus penipuan serta melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI, seperti website resmi BRI, akun media sosial terverifikasi, Contact BRI 1500017, serta unit kerja BRI terdekat," lanjut Dhanni.

Temuan ini menambah panjang daftar penyalahgunaan teknologi deepfake yang menyasar tokoh publik dan pejabat negara di Indonesia.

Penggunaan wajah Menkeu Purbaya dianggap sebagai taktik "social engineering" yang licik untuk membangun kredibilitas palsu di mata masyarakat, mengingat posisi Menteri Keuangan sebagai otoritas tertinggi dalam pengelolaan kas negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak