Sentil Penataan Keraton, KDM: Jangan Buru-Buru Pikir Wisata, Urus Lembur dan Kota Dulu

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), secara resmi menyerahkan kembali mahkota tersebut kepada pihak Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5/2026).

Andi Ahmad S
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Sentil Penataan Keraton, KDM: Jangan Buru-Buru Pikir Wisata, Urus Lembur dan Kota Dulu
Momen KDM Antar Mahkota Binokasih Kembali ke Museum Prabu Gesan Ulun. (SuaraJabar/HO/Humas Pemprov Jabar)
Baca 10 detik
  • Gubernur Dedi Mulyadi mengembalikan Mahkota Binokasih ke Keraton Sumedang Larang pada Senin, 18 Mei 2026 setelah rangkaian kirab.
  • Kirab budaya di sembilan wilayah Jawa Barat bertujuan mempererat silaturahmi serta mengedukasi generasi muda terkait sejarah luhur Sunda.
  • Pemerintah daerah diharapkan memprioritaskan penataan lingkungan dan kebersihan kota sebelum berfokus mengembangkan sektor pariwisata di wilayah setempat.

SuaraJabar.id - Setelah menuntaskan perjalanan panjang melintasi sembilan kota dan kabupaten di Jawa Barat, mahkota legendaris Binokasih Sanghyang Pake akhirnya kembali ke rumahnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), secara resmi menyerahkan kembali mahkota tersebut kepada pihak Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5/2026).

Prosesi pengembalian pusaka peninggalan Kerajaan Sunda abad ke-14 ini dilakukan melalui upacara adat yang khidmat di Gedung Negara Sumedang, sebelum akhirnya disimpan kembali di tempat asalnya, Museum Prabu Geusan Ulun.

Mahkota Binokasih sebelumnya menjadi pusat perhatian dalam rangkaian kegiatan Kirab Milangkala Tatar Sunda.

Baca Juga:Isu Nama Jawa Barat Diganti Jadi 'Tatar Sunda' Viral, Pemprov Beri Penjelasan

Kegiatan ini bertujuan untuk merajut kembali tali silaturahmi antar-wilayah di Jawa Barat sekaligus mengedukasi generasi muda mengenai akar budaya dan sejarah luhur mereka.

Sebagai benda cagar budaya yang bernilai tinggi, mobilitas Mahkota Binokasih selama kirab dilakukan dengan pengawalan ketat dan protokol pelestarian yang terjaga guna menjamin keamanan fisik benda bersejarah tersebut.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penyelenggaraan kirab budaya ini bukan sekadar seremoni tradisi, melainkan memiliki multiplier effect (dampak berganda) bagi masyarakat luas, terutama di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

"Coba lihat hotel-hotel penuh, orang yang berkunjung ke Jawa Barat makin meningkat, dan beberapa daerah mulai nampak bersih," ujar KDM.

KDM berharap, setelah Kirab Milangkala Tatar Sunda seluruh daerah di Jabar harus jauh lebih baik, mulai dari sisi kebersihan hingga penataan lingkungan.

Baca Juga:Gubernur Jabar Hati-hati Garap Proyek Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor

Pihaknya mencontohkan penataan lingkungan keraton-keraton di Cirebon. Keraton-keraton yang ada saat ini menurutnya kurang mendapat ruang terbuka.

Hal itu dikarenakan keraton dikepung oleh bangunan-bangunan baru. Selain itu, bangunan baru di sekitar tidak selaras dengan keraton.

"Kedepan, seluruh bangunan yang ada di sekitar keraton itu harus selaras, baru akan melahirkan gelombang publik untuk datang berkunjung," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak terburu-buru meningkatkan kunjungan wisatawan.

Menurutnya masyarakat dan pemerintah daerah harus mengedepankan penataan kawasan kearah yang lebih baik.

"Yang paling utama kita jangan dulu berpikir wisata, jangan dulu berpikir orang berkunjung. Satu saja, kita urus lembur kita, kota ditata. Sudah saja itu dulu, nanti setelah itu nanti ada hikmah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak