Baca 10 detik
- Antangin JRG dan Tolak Angin menggunakan Dian Sastrowardoyo serta Nicholas Saputra untuk memperkuat posisi di pasar herbal Indonesia.
- Tolak Angin menggandeng Nicholas Saputra pada Mei 2026 untuk memulihkan kepercayaan publik setelah muncul isu kandungan bahan berbahaya.
- Strategi pemasaran ini bertujuan mengelola persepsi konsumen sekaligus menangkal narasi negatif terkait keamanan bahan baku produk herbal tersebut.
Menurut pengulas iklan Ad Nut dari Campaign Indonesia, fenomena ini bukan sekadar perang pangsa pasar, melainkan perang filosofi produk.
“Ini bukan hanya perang produk. Ini perang cara memandang angin: apakah ia harus dikeluarkan (seperti pesan Antangin) atau ia harus dilawan (seperti narasi Tolak Angin),” ungkapnya.