- ASUS meluncurkan laptop bisnis flagship ExpertBook Ultra di Bandung pada Rabu, 19 Agustus 2026.
- Laptop ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra X9 dan NPU 50 TOPS untuk mendukung kecerdasan buatan.
- Perangkat berbobot ringan ini dilengkapi layar Tandem OLED 1.400 nits serta sistem keamanan data tingkat lanjut.
SuaraJabar.id - ASUS memperkenalkan ASUS ExpertBook Ultra kepada media di Bandung, Rabu (19/8/2026).
Laptop bisnis flagship ini dirancang untuk menjawab kebutuhan profesional yang tidak hanya membutuhkan performa tinggi, tetapi juga keamanan data, mobilitas, efisiensi daya, dan kemampuan kecerdasan buatan (AI).
Mengusung konsep “The Flagship of the Industry. Period.”, ASUS ExpertBook Ultra diposisikan sebagai perangkat premium untuk kalangan korporasi, eksekutif, dan profesional dengan kebutuhan komputasi intensif.
Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, mengatakan perangkat tersebut menjadi bagian dari fondasi era baru Copilot+ PC. ASUS ExpertBook Ultra ditenagai prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru.
Baca Juga:Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa
Prosesor tersebut dipadukan dengan Neural Processing Unit (NPU) yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS).
Menurut ASUS, angka tersebut berada di atas sejumlah laptop flagship kompetitor yang masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 dengan kemampuan AI NPU hingga 48 TOPS.
Dirancang untuk Beban Kerja Korporasi
Eric mengatakan kemampuan ASUS ExpertBook Ultra dirancang untuk menghadapi berbagai pekerjaan berat secara bersamaan.
Mulai dari rapat virtual, pengolahan data dalam jumlah besar hingga penyusunan laporan dapat dilakukan dalam satu perangkat.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
"Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah," kata Eric.
Kemampuan AI juga menjadi salah satu fokus utama laptop tersebut.
Melalui ASUS AI ExpertMeet, proses seperti transkripsi, penerjemahan bahasa, hingga optimalisasi kamera web dapat diproses langsung melalui NPU.
"Saat mengaktifkan notulen otomatis berbasis AI, efisiensi chip yang digunakan juga sangat terasa," jelas Eric.
ASUS juga membekali ExpertBook Ultra dengan Zenni Claw, sebuah tools yang memungkinkan penggunaan agentic AI secara lokal maupun melalui cloud.
Sistem tersebut dapat terhubung dengan berbagai platform AI, termasuk Anthropic, OpenAI, dan Google Gemini.
Layar Tandem OLED 1.400 Nits
Keunggulan lain ditawarkan melalui sektor layar. ASUS ExpertBook Ultra menggunakan Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits.
Eric menilai teknologi tersebut sangat relevan bagi pekerja dengan mobilitas tinggi.
Laptop tetap dirancang untuk memberikan visibilitas optimal ketika digunakan di lokasi dengan paparan cahaya matahari langsung.
"Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung," ujar Eric.
"ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1.400 nits," lanjutnya.
Teknologi Tandem OLED diklaim mampu mempertahankan ketajaman dokumen, grafik finansial, maupun materi presentasi saat perangkat digunakan di luar ruangan.
Menurut ASUS, teknologi tersebut juga tidak hanya meningkatkan tingkat kecerahan, tetapi turut membantu memperpanjang usia panel sekaligus mengurangi risiko burn-in yang kerap menjadi perhatian pada layar OLED konvensional.
Ringan tetapi Tahan Banting
ASUS ExpertBook Ultra memiliki bobot sekitar 1,1 kilogram, sehingga tetap mudah dibawa untuk kebutuhan perjalanan bisnis.
Di balik bodinya yang ringkas, laptop ini menggunakan sasis premium yang telah memenuhi standar ketahanan militer US MIL-STD 810H.
Eric mengatakan ketangguhan tersebut bukan sekadar fitur untuk menarik perhatian. Menurutnya, kemampuan menahan tekanan menjadi penting ketika laptop dibawa dalam tas bersama berbagai dokumen dan perlengkapan kerja.
"Bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100 kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis," klaim Eric.
Keamanan Data Jadi Prioritas
Selain performa dan desain, ASUS menempatkan keamanan data sebagai salah satu keunggulan utama ExpertBook Ultra. Laptop tersebut dilengkapi sistem proteksi ASUS ExpertGuardian yang disebut telah mengantongi sertifikasi NIST Level-4.
Sistem tersebut menawarkan perlindungan data berlapis pada tingkat perangkat keras. Fitur ini ditujukan untuk melindungi informasi sensitif perusahaan dari akses pihak yang tidak memiliki kewenangan.
"Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain," tegas Eric.
Kombinasi performa AI, layar Tandem OLED, bobot ringan, ketahanan fisik, dan sistem keamanan enterprise membuat ASUS ExpertBook Ultra menyasar segmen profesional dan eksekutif yang membutuhkan laptop bisnis premium.
Kehadiran perangkat ini sekaligus menunjukkan persaingan laptop bisnis flagship di Indonesia semakin bergeser.
Bukan lagi semata soal spesifikasi prosesor, tetapi juga bagaimana perangkat mampu menggabungkan AI, keamanan data, daya tahan, mobilitas, dan produktivitas dalam satu perangkat.