- Polresta Bogor Kota menyatakan informasi penemuan ASN Bayu Zulkarnaen di Sukabumi adalah berita bohong.
- Bayu dilaporkan hilang sejak 13 Agustus 2026 setelah diduga tercebur ke Sungai Cisadane, Kota Bogor.
- Hingga Kamis, 17 September 2026, pihak kepolisian masih terus menyelidiki keberadaan korban yang belum ditemukan.
SuaraJabar.id - Kabar viral yang menyebut ASN Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor, Bayu Zulkarnaen (35), ditemukan selamat di Sukabumi bersama istri muda, ditepis polisi.
Polresta Bogor Kota memastikan informasi yang beredar melalui TikTok tersebut tidak benar. Hingga kini, keberadaan Bayu yang dilaporkan hilang masih dalam penyelidikan.
Wakapolresta Bogor Kota AKBP Arie Trestiawan mengatakan Bayu belum ditemukan hingga Kamis (17/9/2026).
“Belum ditemukan, masih dalam penyelidikan,” kata Arie Trestiawan.
Baca Juga:Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam mengatakan polisi telah mengecek informasi tersebut, termasuk berkoordinasi dengan Polres Sukabumi. Penelusuran juga dilakukan ke sejumlah polsek dan unit reskrim di wilayah hukum Polresta Bogor Kota.
Hasil pengecekan tidak menemukan adanya laporan maupun pengamanan terhadap Bayu.
“Belum ada ditemukan atau mengamankan yang atas nama ASN Bayu tersebut. Jadi kalau untuk berita Bayu ditemukan itu hoax,” ujar Imam.
Informasi tersebut sebelumnya muncul dalam siaran langsung TikTok yang mengklaim Bayu berada di Sukabumi dan tidak tercebur ke Sungai Cisadane.
Bayu dilaporkan hilang pada 13 Agustus 2026 saat perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Pamoyanan, Bogor Selatan. Ia diduga tercebur ke Sungai Cisadane di sekitar Jembatan Cipaku.
Baca Juga:Bukan Cuma Razia Absensi, Wali Kota Sukabumi Duduk Lesehan dan Minta Curhat ASN Saat Sidak
Di lokasi, petugas menemukan sepeda motor, helm, dan tas milik Bayu. Tim SAR gabungan juga telah melakukan pencarian selama tujuh hari di sepanjang aliran Sungai Cisadane, tetapi belum menemukan korban.
Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan Bayu.
Sumber: Sukabumiupdate