SuaraJabar.id - Perwakilan Forum Umat Muslim (FUI) Bogor Raya melakukan mediasi dengan kepolisian di Aula Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mediasi tersebut dilakukan untuk meminta kejelasan terkait kasus SM, wanita yang membawa anjing ke dalam masjid beberapa waktu lalu.
Dalam mediasi tersebut, FUI mempertanyakan sampai sejauh mana proses hukum terhadap tersangka penistaan terhadap agama itu berjalan. Karena sejak bergulirnya kasus pada 30 Juni 2019, berkas tersangka SM belum juga disidangkan.
"Ada poin-poin hasil pertemuan dengan Kapolres tadi, bahwa berkas perkara sudah dilimpahkan ke kejaksaan pada 10 Juli 2019 tapi pada 24 Juli 2019 dikembalikan karena diminta untuk dilengkapi. Kemudian pada 1 Agustus 2019 kemarin dilimpahkan kembali ke kejaksan, namun dikembalikan lagi," kata Ketua FUI Bogor Raya Hasri Harahap kepada wartawan pada Jumat (2/8/2019).
Hasri menambahkan, FUI mempertanyakan soal handphone SM yang tidak dijadikan barang bukti dalam kasus tersebut. Menurutnya, handphone SM bisa dijadikan barang bukti baru dan dapat mengetahui indikasi tersangka memang mengalami gangguan kejiwaan atau tidak.
"Kami minta kejelasan terkait barang bukti khusunya handphone yang dibawa SM saat kejadian. Karena kami menilai dari handphone itu terkuak informasi lebih jelas menambah pembuktian sebagai orang waras karena bisa memakai handphone," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, FUI terus mendukung aparat kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas. Ia juga mempersilakan kepada polisi, jika ingin meminta keterangan maupun hal lainnya untuk melengkapi bukti-bukti untuk kasus tersebut.
"Kami siap membantu menghadirkan saksi-saksi yang menguatkan bila dibutuhkan. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas," tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan pihaknya masih terus berusaha melengkapi berkas perkara kasus SM hingga dapat diterima kejaksaan dan disidangkan.
"Kita sudah menjelaskan kepada FUI, kebetulan kasus ini sudah bergulir dari kami sudah diperiksa kejaksaan. Saya kira dalam kurun waktu sampai satu bulan," ucap Dicky.
Baca Juga: Kasus Wanita Bawa Anjing ke Masjid, FUI Minta Berkas Perkara SM Dilengkapi
Dicky menegaskan kasus tersebut tetap berjalan sesuai dengan hukum berlaku. Sementara, terkait adanya gangguan kejiwaan maupun hal lainnya yang dialami oleh tersangka SM semuanya akan diserahkan dan diputuskan dalam pengadilan.
"Sesuai Pasal 44 Ayat 2 KUHP itu menyatakan seperti itu. Segala sesuatu yang terkait pelaku pidana diduga gangguan kejiwaan akan diputuskan dalam sidang pengadilan. Kalaupun terbukti gangguan jiwa akan diputuskan pengadilan mau ditempatkankan di rumah sakit mana, kami hanya memastikan bahwa unsur penistaan agama itu terjadi atau tidak," ungkapnya.
Sementara terkait handphone milik SM yang tidak dijadikan barang bukti oleh polisi, Dicky mengaku hal tersebut tidak diperlukan. Karena, semua barang bukti sudah diamankan termasuk video aksi SM.
"Handphonenya sudah kita periksa, dia kan tersangka dan tidak memvideokan. Yang kita ambil hanya video dan yang kita periksa saksi mata terkait peristiwa tersebut. Jadi handphone tidak diperlukan," jelasnya.
Kontributor : Rambiga
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026