SuaraJabar.id - Lagu berjudul “Hati-hati” yang dinyayikan Wali Kota Depok Mohammad Idris, dan rekamannya dikumandangkan di daerah pemberhentian lampu lalu lintas Jalan Margonda, tak lagi tedengar beberapa waktu ke belakang.
Padahal, lagu itu sempat viral di media-media sosial dan menjadi bahan polemik warganet.
Untuk diketahui, pemutaran lagu Hati-hati itu merupakan program Pemerintah Kota Depok, yang diyakini bisa mengurangi tingkat kecelakaan.
Pantauan kontributor Suara.com di Jalan Margonda, Senin (4/11/2019), tak lagi ada lagu Hati-Hati yang dikumandangkan tatkala lampu lalu lintas di sana berwarna merah.
"Belakangan ini tak dengar lagu Hati-Hati yang dinyayikan pak wali," kata Ikhsan, juru parkir di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana menjelaskan, pemutaran lagu Hati-Hati dan Tiblantas dipindah ke mesin lampu lalu lintas Tugu Jam, arah Jalan RA Kartini.
Alasan pemindahan pemutaran lagu pak wali itu, karena dinilai mengganggu kegiatan keagamaan di masjid yang dekat lampu lalu lintas Ramandan.
"Kami pindahkan karena menganggu kegiatan keagamaan. Tapi tetap (lagu Hati-hati) dikolaborasikan dengan Tiblantas dari Polresta Depok," kata jelas Dadang di DPRD Depok.
Dadang menambahkan, lagu Hati-Hati dan Tiblantas juga akan diputar di kawasan pemberhentian lampu lalu lintas Sengon, Merah Sandra, Kecamatan Pancoran Mas.
Baca Juga: Pembangunan UIII Terkendala, Wali Kota Depok: Sudah Ada Surat Peringatan
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
-
Gelar Survei Klinik Digital Vokasi UI, Hasilnya Warganet Pilih Iwan Fals
-
Pembangunan UIII Terkendala, Wali Kota Depok: Sudah Ada Surat Peringatan
-
Bukan Pendiam, 4 Zodiak Ini Cuma Hati-Hati saat Bicara
-
Ini Lima Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS
-
Putar Lagunya di Lamer, Wali Kota Depok Mohammad Idris Jadi Bahan Tertawaan
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI
-
Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa
-
Boni Hargens Soroti Sinergi Polri dan Ulama untuk Menjaga Persatuan Bangsa
-
Terminal Kalipucang Pangandaran Memprihatinkan, Atap dan Plafon Rusak
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga