SuaraJabar.id - Penggusuran yang dilakukan Pemkot Bandung secara paksa terhadap rumah warga Tamansari RW 11 menyisakan trauma mendalam. Di lokasi pengungsian, tepatnya di lantai dua Masjid Al-Islam, salah satu warga, Haidah tampak duduk merenung di pintu masjid sembari melihat bekas reruntuhan rumahnya.
Sesekali ia tampak menyeka air mata dengan lengannya. Saat hendak ditemui, perempuan itu tampak menghindar dan kembali melakukan bersih-bersih lantai masjid.
Setelah penggusuran lalu, sebagian warga terpaksa bertahan dengan mengungsi di lantai dua Masjid Al-Islam Tamansari Bandung. Warga menolak tawaran pemerintah kota yang dinilai kurang kooperatif terhadap warga.
Untuk bertahan warga membangun dapur umum yang digunakan untuk memasak dan menyimpan bahan makanan. Selain itu juga tampak dua tenda darurat yang dibangun yang sempat digunakan untuk menyimpan barang darurat warga.
Di dapur umum, beberapa warga sibuk mempersiapkan makan siang. Kepada Suara.com, salah satu warga, Enok (52) mengaku trauma dengan peristiwa penggusuran yang menimpanya. Ia mengaku ikut terluka akibat terkena cuka. Dengan nada berat ia mencoba menceritakan kejadian berat yang dialaminya itu.
“Pengen rumah, rumah, rumah aja, ibu kan jualan juga, jadi kan gak ngewarung, udah gak ada, jadi bingung penghasilan gak ada,” ujar Enok.
Enok mengeluhkan tidak adanya penghasilan, dan uang saku cucunya untuk sekolah tidak ada, Ia mengaku malu ketika harus minta kepada orang lain.
“Bekel sekolah anak anak, tidak ada, gak mungkin minta malu. Sedih aja, ngak ada. Ga cukup dengan makan saja, kalau kayak gini makan juga males ya kalau kondisi seperti ini,” ujar Enok.
Dengan nada berat, dan mata yang masih berkaca-kaca, Enok menginginkan kerugian yang dialaminya dan warga lainnya bisa diganti dengan layak, disamping juga ingin diperhatikan.
Baca Juga: Cerita Pilu Warga Tamansari Bandung Usai Digusur dan Keluarnya Fatwa MUI
“Inginnya tolong diperhatikan gitu, kerugian diganti dengan layak hak, rumah segitu aja digusur,” ucap dia.
Enok mengungkapkan hingga kini masih trauma berawal dari adanya penggusuran tersebut. Bahkan ia mengaku susah tidur saat malam hari.
Yang paling membekas dan tak bisa dilupakan, menurutnya adalah ia dipaksa oleh petugas mengosongkan rumahnya. Yang mirisnya lagi, suaminya sampai dipukul dan ditonjok oleh aparat.
Akibat kejadian itu, saat melihat ada aparat melintas, Enok masih sering ketakutan dan kaget.
“Suka inget aja, jadi takut, kalo ada polisi juga jadi suka deg-degan,” katanya.
Enok mengaku akan terus bertahan sampai mendapatkan haknya. Saat ini, sang suami bekerja sebagai tukang parkir di seputaran Masjid Al-Islam untuk mendapatkan penghasilan.
Berita Terkait
-
Cerita Pilu Warga Tamansari Bandung Usai Digusur dan Keluarnya Fatwa MUI
-
Korban Gusuran Tamansari Bertahan di Masjid, Andalkan Bantuan dan Donasi
-
Jadi Korban Serangan Silet di Halte TransJakarta Olimo, Novita Lapor Polisi
-
Disoal karena Ngungsi ke Masjid, Korban Penggusuran Tamansari Skakmat MUI
-
MUI Persoalkan Masjid Jadi Pengungsian Korban Penggusuran Tamansari
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba