SuaraJabar.id - Waktu menunjukan jam 11 malam. Tapi suasana di rumah indekos dua lantai yang berada di sayap Jalan Jendral Gatot Subroto, Kota Bandung itu justru semakin ramai.
Di sebuah kamar yang terletak di sudut kanan lantai dua, alunan lagu Make it Right yang dinyanyikan band asal Korea, BTS melantun dari sebuah pengeras suara kecil berwarna merah dengan tulisan JBL di tengahnya.
Kualitas suara yang dihasilkan speaker kecil itu tak begitu baik. Beruntung, ada tiga perempuan bersuara merdu yang ikut bernyanyi sambil asyik bersilat jempol di layar gadget mereka.
Salah satu perempuan itu adalah Indah, tentu bukan nama sebenarnya. Perempuan berkulit putih dan rambut pirang ini berasal dari sebuah desa di kaki Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya. Tiga tahun lalu saat baru lulus SMA, ia memilih untuk bekerja dan tinggal di Kota Bandung.
Perempuan yang baru berusia 21 tahun ini tinggal bersama dua orang temannya di kamar indekos berukuran 3x2,5 meter. Ketiganya sama-sama berprofesi sebagai artis dangdut organ tunggal dan pemandu lagu di tempat karaoke.
Sejak pandemi covid-19 pada April lalu, Indah mengaku tak lagi punya penghasilan. Beberapa tempat karaoke yang biasa ia gunakan untuk menjajakan layanan memandu lagu dan menemani pelanggan ditutup pemerintah.
Orkes organ tunggalnya juga tak dapat job sejak April hingga saat ini. Pasalnya, pesta pernikahan atau sunatan yang biasa menjadi ladang penghasilan mereka sempat dilarang pemerintah.
Lalu, bagaimana ia dan teman-teman seprofesinya bertahan hidup?
"Jual iPhone 11, ganti ke Oppo. Sisanya dipakai buat bayar kos sama keperluan sehari-hari," ujar Indah akhir pekan lalu.
Baca Juga: Angka Kesembuhan Tinggi Keluarkan Kota Bandung dari Zona Merah
Indah mengaku masih mengingat karaoke tempatnya bekerja berhenti beroperasi pada 21 Maret 2020 lalu. Ia juga masih mengingat sisa penjualan iPhone-nya hanya mampu membuatnya bertahan hidup hingga pertengahan April 2020.
"Nah April ke Mei ke Juni itu yang paling berat. Udah pusing mau ngapain lagi, mau pulang kampung papah sama mamah udah cerai, jadi bingung mau ke mana," ujarnya.
Di medio itulah Indah mengaku mengalami periode tersulit selama hidupnya. Memasuki bulan Mei, ia meninggalkan kos lamanya di daerah Dago karena sudah tidak sanggup membayar uang sewa Rp 1,5 juta per bulan.
Ia kemudian pindah ke rumah indekos yang tarif sewanya lebih murah, Rp700 ribu per bulan. Fasilitasnya tentu berbeda jauh dengan kamar kosnya di Dago dulu. Kini, Indah mesti berbagi kamar mandi dengan penghuni lainnya.
Selama masa itu, Indah mengaku penghasilannya pun tak sampai Rp 1,5 juta per bulan. Uang itu ia dapatkan dari fee menawarkan jasa layanan kencan semalam teman-temannya.
"Banyak lah yang akhirnya istilahnya itu 'jual diri'. Mau gimana lagi, kalau anak-anak PL atau LC kan banyak yang udah punya anak, nggak punya suami, kebutuhannya juga pasti lebih besar," ujar Indah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
BRI Hadirkan THR Lebaran 2026 dalam Bentuk Emas, Ini 6 Cara Transfer di BRImo
-
Tetap Aman dan Nyaman Selama Lebaran 2026: BRI Sabrina WhatsApp 24 Jam Bantu Nasabah Lebih Cepat
-
Pantauan Langit Kapolda Jabar: Exit Tol Parungkuda "Adem Ayem", Puncak Mudik Ternyata Sudah Lewat
-
Mudik Seru ke Sukabumi! Anak Bisa Main Lego, Ayah Pijat Refleksi di Pos Penyu Gadobangkong
-
Gema Takbir Berbalut Protes: Wali Kota Sukabumi Disoraki Jemaah Muhammadiyah Usai Salat Id