SuaraJabar.id - Pemerintah pusat membangun ratusan rumah aman gempa yang diberi nama Rumah Instan Kuat Sehat dan Aman (RIKSA) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk warga terdampak bencana pada 3-4 Desember 2024 yang kehilangan tempat tinggal.
"Untuk tahap awal ini ada 321 RIKSA yang sedang dalam pembangunan dan jumlahnya dipastikan bertambah karena data yang masuk tersebut di 32 kecamatan dari 39 kecamatan yang terdampak bencana banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi Lukman Sudrajat, di Sukabumi, Kamis (9/1/2025).
Menurut Lukman, RIKSA ini dibangun untuk membantu para penyintas bencana yang terjadi pada awal Desember 2024 khususnya yang kehilangan rumahnya akibat terdampak bencana, baik ambruk maupun rusak berat atau tidak layak.
Ukuran RIKSA menggunakan tipe 36 dengan nilai anggaran untuk satu unit rumah bantuan dari pemerintah senilai Rp60 juta yang anggarannya berasal dari APBN. Untuk penyintas yang rumahnya rusak sedang mendapatkan bantuan stimulan Rp30 juta dan rusak ringan Rp15 juta.
"Pembangunan RIKSA hanya memakan waktu paling lama 14 hari kerja dengan menggunakan bahan bangunan yang sesuai standar konstruksi aman gempa, mengingat lokasi-lokasi yang terdampak bencana merupakan daerah rawan gempa bumi," ujarnya dikutip ANTARA.
Lukman mengatakan untuk RIKSA yang sudah dibangun dan menjadi model percontohan berada di Kampung Ciodeng, Desa Wanajaya, Kecamatan Cisolok.
Rumah-rumah tersebut nantinya untuk para korban pergerakan tanah di Desa Wanajaya dan telah ditinjau langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto untuk memastikan sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.
"Bentuk bangunan dan spesifikasi RIKSA juga dijadikan model percontohan untuk daerah lain di Indonesia yang terdampak bencana," katanya.
Baca Juga: Pemkab Indramayu Gerak Cepat Tangani Dampak Bencana Angin Puting Beliung
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan