SuaraJabar.id - Fakta kelam dan mengerikan terungkap di Cianjur, Jawa Barat. Seorang gadis remaja berusia 16 tahun, sebut saja Mawar, harus menanggung trauma mendalam setelah menjadi korban kebiadaban 12 orang pria. Selama empat hari penuh, ia disekap dan diperkosa secara bergiliran di beberapa lokasi berbeda.
Kepolisian Resor Cianjur yang bergerak cepat kini telah berhasil meringkus 10 dari 12 pelaku, di mana beberapa di antaranya ternyata masih berstatus pelajar. Perburuan terhadap dua pelaku lainnya yang kabur kini tengah digencarkan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, membeberkan kronologi pilu yang dialami korban. Mimpi buruk Mawar dimulai saat ia diajak oleh empat pemuda dari kampungnya sendiri.
"Selama empat hari korban diperkosa secara bergiliran oleh 12 orang pelaku di tempat yang berbeda, di mana awalnya korban diajak empat orang pemuda yang masih satu kampung dengannya ke wilayah Puncak," kata AKP Tono di Cianjur, Jumat.
Kekejian itu berlangsung secara sistematis. Menurut polisi, Mawar pertama kali diperkosa oleh empat orang pelaku di sebuah rumah di kawasan Puncak pada 19 Juni 2025.
Bukannya dilepaskan, keesokan harinya, 20 Juni 2025, korban justru "diserahkan" kepada dua pelaku lain yang kembali melakukan perbuatan bejat yang sama.
Penderitaan korban tak berhenti di situ. Dua pelaku ini kemudian menyerahkan korban kepada gerombolan yang lebih besar, yakni enam orang pelaku lainnya, pada tanggal 21 hingga 22 Juni 2025. Di sebuah vila di kawasan Cipanas, Mawar kembali dipaksa melayani nafsu bejat enam pria tersebut secara bergantian.
"Selama empat hari korban digilir oleh 12 orang pelaku hingga akhirnya korban pulang ke rumah pada tanggal 23 Juni dan melaporkan hal tersebut kepada orang tuanya. Selanjutnya orang tua korban melapor ke Polres Cianjur," jelas Tono.
Mendapat laporan tersebut, tim Satreskrim Polres Cianjur langsung menyebar dan berhasil menangkap 10 pelaku di lokasi berbeda tanpa perlawanan berarti. Fakta mengejutkan lainnya adalah profil para pelaku.
Tono mencatat dari 10 orang pelaku yang berhasil ditangkap, empat orang di antaranya usianya masih di bawah umur dan berstatus pelajar.
Sementara itu, dua pelaku lain yang identitasnya sudah dikantongi kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan menjadi target utama kepolisian.
Polisi pun mengeluarkan ultimatum keras kepada dua buronan tersebut.
"Kami akan segera menangkap dua pelaku lainnya. Kami minta mereka menyerahkan diri atau tindakan tegas terukur akan dilakukan jika mereka melakukan perlawanan, serta pihak keluarga tidak menghalang-halangi petugas," tegasnya.
Atas perbuatan mereka, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis tentang perlindungan anak.
"Para pelaku dijerat dengan Pasal 81 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September
-
14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Bantu Warga Lampung Selatan Lepas dari Rentenir
-
Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan