- Tidak ada laporan kerusakan, namun gempa terasa hingga Pelabuhan Ratu.
- BMKG melaporkan gempa dengan magnitudo 2,3 sampai 4.
- Rangkaian gempa terjadi di Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat.
SuaraJabar.id - Setelah Sukabumi diguncang beberapa kali gempa, kini giliran Bogor, Jawa Barat, yang menjadi pusat aktivitas seismik intensif pada Minggu dini hari (21/9/2025).
Serangkaian gempa bumi dengan kekuatan bervariasi melanda wilayah ini, menciptakan kegelisahan di kalangan warga, terlebih dengan laporan bahwa getarannya terasa hingga ke pesisir Pelabuhan Ratu, Sukabumi.
Situasi ini menggarisbawahi peningkatan kewaspadaan di sebagian besar wilayah Jawa Barat.
Menurut informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), rentetan gempa yang berpusat di Bogor dimulai pada Minggu pukul 00.18 WIB.
Guncangan pertama tercatat berkekuatan 2,2 magnitudo. Ini hanyalah awal dari serangkaian getaran yang mengganggu tidur warga di tengah malam.
Dalam kurun waktu kurang dari dua jam, Bogor diguncang berkali-kali:
Pukul 00.22 WIB, gempa berkekuatan 2,7 magnitudo kembali terasa.
Selanjutnya, pada pukul 01.45 WIB, gempa dengan kekuatan 2,5 magnitudo mengguncang lagi.
Hanya berselang dua menit, pukul 01.47 WIB, tercatat gempa berkekuatan 3,1 magnitudo.
Baca Juga: Waspada! Rentetan Gempa Beruntun Guncang Sukabumi dan Bogor Dini Hari Hingga Sore Tadi
Puncaknya, pada pukul 01.59 WIB, terjadi gempa dengan kekuatan 3,8 magnitudo, menjadikannya salah satu yang terbesar dalam rangkaian tersebut.
Yang menarik perhatian adalah jangkauan getaran gempa-gempa ini.
Informasi di akun resmi BMKG secara spesifik menyatakan bahwa rangkaian gempa yang berpusat di Bogor ini terasa hingga Pelabuhan Ratu.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun magnitudo gempa tidak terlalu besar, kedalamannya yang dangkal atau karakteristik geologi lokal memungkinkan getarannya merambat jauh, sehingga dirasakan oleh masyarakat di wilayah pesisir Sukabumi.
Meskipun hingga berita ini dibuat belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur, rentetan gempa di Bogor yang terasa hingga Pelabuhan Ratu ini memicu kewaspadaan yang tinggi di kalangan masyarakat.
Kehadiran aktivitas seismik beruntun di dua wilayah berdekatan (Sukabumi dan Bogor) dalam satu malam menjadi sinyal bagi warga untuk selalu siaga.
Berita Terkait
-
Waspada! Rentetan Gempa Beruntun Guncang Sukabumi dan Bogor Dini Hari Hingga Sore Tadi
-
ATTB Desak Pemerintah Pusat Bangun Jalan Khusus Truk Tambang Legok-Parung Panjang
-
Empat Dosa Lingkungan: Kinerja Menteri LHK Disorot, Hanya Berani Segel Tanpa Sidang?
-
Merasa Pemerintah 'Digoyang', Relawan Prabowo Beri Sinyal Keras untuk Lawan Politik
-
Jelang Apel Kebangsaan: Ribuan Relawan Siap Bentengi Prabowo, Desak Presiden Copot Menteri Tak Loyal
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Pangandaran Diserbu 25 Ribu Kendaraan! Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Emplak
-
Niat Hindari Macet Malah Kena Zonk! Ribuan Pemudik Garut-Bandung Kembali Terjebak Malam Ini
-
Lebaran Singkat, Cuan PKB Meroket: Efek "Promo 10 Persen" Dedi Mulyadi Tembus Rp 18,8 Miliar
-
Diskon 10 Persen Berbuah Manis: Dedi Mulyadi Panen Pajak, Siap "Gaspol" Jalan Bolong
-
Horor Macet Cikidang: Curhat Ibu yang Anaknya Terpaksa Tidur di Selokan