-
PPP Jabar dukung Agus Suparmanto, klaim sah Ketua Umum baru setelah pimpinan sidang Muktamar tinggalkan forum.
-
Dualisme terjadi usai Muktamar X: klaim Ketum Mardiono (aklamasi awal) versus Agus Suparmanto (aklamasi peserta bertahan).
-
DPW Jabar yakini proses pemilihan Agus sah karena kuorum terpenuhi meski pimpinan sidang Amir Uskara keluar.
SuaraJabar.id - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus diterjang badai dualisme kepemimpinan pasca-Muktamar X yang digelar di Ancol, Jakarta, pada Sabtu, 27 September 2025.
Peristiwa yang seharusnya menjadi ajang konsolidasi partai justru berujung pada klaim Ketua Umum dari dua kubu Plt. Ketua Umum Mardiono dan mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat kini angkat bicara, memberikan perspektif rinci mengenai kronologi dan alasan di balik dukungan mereka terhadap Agus Suparmanto, menyoroti peran sentral Wakil Ketua Umum PPP periode sebelumnya, Amir Uskara.
Polemik ini tidak hanya menjadi perdebatan internal, melainkan juga menyedot perhatian publik yang menantikan kejelasan arah partai berlambang Ka'bah ini jelang kontestasi politik mendatang.
Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saepul Hidayat, mengungkapkan keyakinannya terhadap legitimasi Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum definitif. Menurut Pepep, kunci peristiwa ini terletak pada dinamika sidang Muktamar X.
"Tentu kami menyayangkan kericuhan yang terjadi. Tapi perlu dipahami, muktamar adalah satu rangkaian proses. Nah kenapa pak Agus Suparmanto jadi Ketua Umum, karena setelah dinamika yang terjadi, pimpinan sidang yang awalnya dipimpin oleh Pak Amir Uskara meninggalkan tempat sidang, sementara sebagian besar muktamirin masih bertahan," kata Pepep, dilansir dari Antara.
Pepep menjelaskan bahwa kepemimpinan Amir Uskara dalam sidang tersebut memang sempat dipersoalkan oleh sebagian peserta Muktamar X, terutama terkait kapasitasnya.
Berbagai interupsi dan masukan yang diajukan oleh peserta, termasuk usulan agar pimpinan sidang dipegang oleh Ketua SC (Steering Committee) atau Sekretaris SC, tidak diakomodir.
Situasi inilah yang memicu ketegangan, mencapai titik cukup panas sampai ada pelemparan kursi yang akhirnya menyebabkan Amir Uskara dan jajarannya meninggalkan ruangan sidang.
Baca Juga: Hore! Retribusi Berlapis Pintu Masuk Cibodas Resmi Dihapus, Wisatawan Kini Cuma Bayar Sekali
Setelah Amir Uskara dan jajarannya meninggalkan ruangan sidang, para peserta Muktamar X yang mayoritas masih bertahan tidak membubarkan diri. Sesuai ketentuan, kata Pepep, pimpinan sidang bisa diambil alih oleh DPP.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh peserta untuk mendaulat pimpinan DPP lain agar melanjutkan sidang.
"Karena itu (Amir Uskara meninggalkan ruangan sidang), sesuai ketentuan bahwa pimpinan sidang bisa diambil alih oleh DPP, maka peserta Muktamar mendaulat pimpinan DPP lain untuk melanjutkan sidang dengan agenda Perubahan AD/ART, Laporan Pertanggungjawaban DPP, hingga pemilihan ketua baru," ujar Pepep.
Pepep juga mengklarifikasi bahwa sidang muktamar yang pertama, saat dipimpin Amir Uskara, sejatinya berjalan dengan baik dan berisi penjelasan tentang agenda Muktamar, penetapan jadwal, dan hal-hal teknis.
Namun, dalam sidang muktamar pertama itu, tidak ada keputusan soal Ketua Umum partai, termasuk kubu Mardiono. Oleh karena itu, klaim kemenangan aklamasi kubu Mardiono pada paripurna pertama dinilai membingungkan oleh DPW Jabar.
"Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa Ketua Umum sudah ditetapkan di paripurna pertama, itu membingungkan," ucapnya.
Berita Terkait
-
Hore! Retribusi Berlapis Pintu Masuk Cibodas Resmi Dihapus, Wisatawan Kini Cuma Bayar Sekali
-
Menggeliat di Tanah Priangan: Kopi Excelsa Sumedang ke Panggung Dunia
-
15 Kg Ganja Gagal Edar di Bekasi, Jaringan Narkoba Senilai Rp90 Juta Diringkus Aparat Gabungan
-
Bikin Kaget Pengendara! Jurus Jitu Sopir Ambulans Saat Macet: Ini Ambulan Bukan Mobil Pejabat
-
Program Living Water Bawa Inovasi Tiongkok ke Bandung, Sekolah BPPK Jadi Pionir Lingkungan
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Pantauan Terkini: Rumah Ono Surono Sepi Usai Digeledah KPK, Hanya Ada Toyota Hardtop
-
BRI Lewat Program Desa BRILiaN Sukses Dorong Ekonomi Lokal Desa Pajambon Kuningan
-
KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Terkait Kasus Suap Bupati Bekasi
-
Tebang Pilih? Gurandil Kecil Ditahan Polda Jabar, Pemilik Lubang Tambang Besar Tak Tersentuh
-
Misteri di Balik Kamar Vila Garut: Rohaimin Berpulang dalam Sunyi, Uang Rp15 Juta Masih Utuh