-
Santri Ponpes Cianjur berinisial FA diamankan polisi karena mengeroyok warga berinisial N, setelah sebelumnya merusak mobil korban.
-
Motif pengeroyokan diduga karena membela guru yang "dihina," namun korban menduga karena laporan penyelewengan pupuk subsidi.
-
Polres Cianjur akan mendalami motif dan dugaan keterkaitan kasus pengeroyokan ini dengan laporan penyelewengan pupuk subsidi.
SuaraJabar.id - Sebuah insiden pengeroyokan yang melibatkan santri salah satu pondok pesantren di Kampung Pasir Oray, Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, menggegerkan masyarakat.
Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, telah mengamankan FA (22), seorang santri yang diduga menjadi pelaku utama pengeroyokan terhadap warga sekitar.
Kasus ini semakin panas setelah muncul dugaan bahwa pengeroyokan tersebut berlatar belakang laporan penyelewengan pupuk subsidi oleh pimpinan pondok pesantren.
Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Ameli Putra, menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara transparan dan tuntas, mengingat potensi konflik yang lebih besar.
Kronologi Pengeroyokan: Amukan Santri Bermula dari Rusaknya Mobil
Peristiwa ini bermula ketika korban berinisial N menerima laporan bahwa mobil milik keluarganya dirusak oleh sejumlah santri menggunakan batu. N, yang hendak memastikan kebenaran laporan tersebut, segera mendatangi tempat kejadian.
"Saat sampai di lokasi, korban menjadi amukan para santri yang langsung mengeroyok korban selain dengan tangan kosong termasuk menggunakan benda tumpul, sehingga korban mengalami luka lebam," kata AKP Fajri, dilansir dari Antara.
Korban N yang terluka segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Sukaluyu. Respons cepat kepolisian menghasilkan penangkapan terhadap FA, terduga pelaku yang melakukan pengeroyokan bersama sejumlah santri lainnya. FA kini telah diamankan di Mapolres Cianjur untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan awal dari terduga pelaku, FA dan santri lainnya nekad melakukan aksi perusakan dan pengeroyokan karena menganggap korban N telah "mencoreng nama dan menghina guru mereka". Namun, FA tidak menyebutkan secara jelas apa yang menjadi persoalan atau penghinaan yang dimaksud.
Baca Juga: Siapa Dalang di Balik KTP Palsu WNA Israel Aron Geller? 5 Fakta Mengejutkan Terungkap
"Keterangan sementara pengeroyokan dilakukan karena korban mencoreng nama dan menghina guru mereka, sehingga mereka tersulut emosi, saat ini kami masih mengembangkan kasusnya," jelas AKP Fajri, mengindikasikan bahwa motif ini masih dalam pendalaman.
Namun, korban N menduga ada motif yang lebih dalam dan sensitif di balik insiden ini. Ia menduga perusakan kendaraan dan pengeroyokan terhadap dirinya berawal dari laporan dugaan penyelewengan pupuk subsidi yang dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur.
N membenarkan telah melaporkan penyelewengan tersebut beberapa waktu lalu ke aparat penegak hukum. Menurutnya, praktik ini merugikan petani di sekitar Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu, yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.
"Dugaan saya mereka tidak terima pimpinan ponpes saya laporkan ke Kejari Cianjur karena diduga telah menyelewengkan pupuk bersubsidi yang seharusnya untuk petani," katanya.
Berita Terkait
-
Siapa Dalang di Balik KTP Palsu WNA Israel Aron Geller? 5 Fakta Mengejutkan Terungkap
-
Gempar KTP Palsu WNA Israel di Cianjur, Bupati Wahyu Ferdian Bongkar Data Aron Geller Fiktif
-
36 Pendaki Ilegal Ini Dihukum Berat!
-
Gus Dul: Pembentukan Ditjen Pesantren oleh Prabowo Adalah Hadiah Terbaik dan Tonggak Sejarah Baru
-
Khofifah Ajak Santri Kuasai Teknologi: Siap Bela Lirboyo, Siap Bela Indonesia!
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa
-
Kios Puncak Cianjur Digusur, Dedi Mulyadi Guyur Modal Usaha Rp10 Juta per Pedagang