-
KTP elektronik WNA Israel atas nama Aron Geller yang viral dipastikan palsu oleh Pemkab Cianjur. NIK-nya fiktif dan tidak terdaftar di sistem kependudukan nasional.
-
Bupati Cianjur dan Disdukcapil bergerak cepat memverifikasi KTP palsu Aron Geller. Pengecekan digital dan fisik membuktikan NIK serta alamat yang tercantum nihil.
-
Insiden KTP palsu ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. Pemkab Cianjur mengimbau agar selalu verifikasi data resmi untuk melawan bahaya informasi hoax.
SuaraJabar.id - Sebuah KTP elektronik atas nama Aron Geller, yang disebut-sebut sebagai Warga Negara Asing (WNA) asal Israel dengan domisili Cianjur, Jawa Barat menggemparkan jagat maya.
Namun, misteri ini akhirnya terkuak setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, dengan tegas menyatakan bahwa KTP-e tersebut palsu dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera sama sekali tidak tercatat dalam sistem kependudukan nasional.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, langsung turun tangan melakukan verifikasi, menyerukan masyarakat untuk lebih cerdas menyaring informasi di media sosial.
Insiden KTP palsu WNA Israel ini menjadi sorotan serius, mengingatkan kembali akan bahaya penyebaran informasi palsu atau hoax yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat. Verifikasi data resmi menjadi kunci untuk melawan disinformasi.
Bupati Kabupaten Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian pada Minggu kemarin, langsung bergerak cepat untuk mengklarifikasi isu yang beredar luas ini.
Ia didampingi petugas di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur melakukan pengecekan langsung di sistem kependudukan nasional.
"Setelah dilakukan pencarian dalam sistem kependudukan nasional data dengan nama Aron Geller tidak ditemukan, sehingga dapat dipastikan KTP WNA yang beredar di media sosial palsu," tegas Bupati Wahyu Ferdian.
Tidak hanya secara digital, pihak Pemkab Cianjur juga memastikan ke alamat yang tercantum dalam e-KTP palsu tersebut. Hasilnya nihil.
"Tidak ada warga sekitar yang mengenal atau mengetahui ada orang asing di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk NIK yang tercantum tidak terbaca di sistem alias blank," tambah Bupati.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menjelaskan bahwa informasi terkait KTP WNA asal Israel ini sebenarnya sudah masuk ke pihaknya sejak sekitar tiga bulan yang lalu.
Baca Juga: 36 Pendaki Ilegal Ini Dihukum Berat!
Pihak Disdukcapil bahkan sudah memberikan keterangan kepada Dirjen Imigrasi bahwa tidak ada data WNA tersebut alias palsu.
"Saat dicari dalam sistem tidak ditemukan NIK yang tertera dalam e-KTP tersebut. Meskipun menggunakan NIK orang lain, pihaknya memastikan akan muncul datanya, namun setelah beberapa kali pencarian tidak muncul data apapun," jelas Asep Kusmanawijaya.
Asep juga menambahkan, cara paling akurat untuk mendeteksi KTP palsu adalah dengan melakukan pengecekan chip di dalam e-KTP karena tidak dapat di duplikat untuk data di dalamnya, sebuah teknologi keamanan yang sulit ditiru.
Penelusuran fisik ke alamat yang tertera di Kampung Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, juga tidak membuahkan hasil.
"Tidak ada yang mengenal nama tersebut, bahkan ketua RT/RW serta warga memastikan tidak ada warga asing yang tinggal di wilayah mereka," kata Asep. [Antara].
Berita Terkait
-
36 Pendaki Ilegal Ini Dihukum Berat!
-
Warga Depok Wajib Tahu! 5 Hak Krusial Ini Hilang Jika Pernikahan Tak Dicatatkan Resmi
-
Cianjur 'Terjebak' Status Siaga Bencana 7 Bulan Hingga April 2026
-
Misteri Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Citarum, Ditemukan Tanpa Luka
-
Ramalan BMKG Bikin Merinding: Curah Hujan Tinggi Ancam Cianjur
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor