-
Kemenhut dan TNI AD berhasil membongkar 723 bangunan PETI ilegal di TNGHS Jawa Barat dalam operasi gabungan 10 hari, menindak tegas perusakan lingkungan.
-
Operasi ini menyita alat-alat tambang dan bahan kimia B3 berbahaya, serta menghentikan aktivitas yang merusak fungsi konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
-
Penertiban PETI juga mengungkap adanya indikasi pusat kriminalitas seperti peredaran miras dan narkoba, menunjukkan bahaya ganda aktivitas ilegal ini.
SuaraJabar.id - Upaya penyelamatan lingkungan dari praktik perusakan masif dilakukan oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan TNI AD. Melalui operasi gabungan (opsgab) yang berlangsung selama 10 hari, tim gabungan berhasil membongkar dan menertibkan sekitar 723 unit bangunan ilegal yang digunakan untuk Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di zona inti Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Jawa Barat.
Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Kemenhut, Rudi Saragih Napitu, menjelaskan bahwa tim operasi terdiri dari Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut bersama TNI Yonif 315/Garuda, berlangsung dari 29 Oktober hingga 7 November 2025 dengan total 80 personel.
Operasi penertiban ini merupakan arahan langsung dari Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Dirjen Gakkum Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa penindakan ini bukan sekadar razia sesaat, melainkan upaya berkelanjutan untuk memulihkan fungsi konservasi.
"Operasi penertiban PETI di TNGHS adalah tindak lanjut atas perintah dan penekanan Bapak Menteri agar kawasan konservasi benar-benar bersih dari aktivitas ilegal. Kami bergerak terukur, tegas, dan berkelanjutan, bukan sekadar razia sesaat," kata Januanto.
Meskipun para pelaku sempat kabur sebelum tim masuk, penguasaan lapangan dilakukan penuh selama 10 hari untuk memastikan semua aktivitas ilegal benar-benar berhenti.
Operasi gabungan ini difokuskan di dua lokasi, termasuk Blok Ciear, Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, sebagai kelanjutan dari tahapan penindakan sebelumnya.
Hasil penertiban ini sangat masif, menunjukkan betapa parahnya tingkat perusakan di zona inti TNGHS:
- 723 unit bangunan yang digunakan untuk pengolahan hasil PETI dibongkar dan disegel.
- Disita 20.000 unit tabung besi dan 100 unit mesin giling.
- Ditemukan bahan kimia B3 seperti merkuri dan sianida, yang sangat merusak ekosistem sungai dan tanah di dalam taman nasional.
- Yang lebih mengkhawatirkan, tim di lokasi PETI juga menemukan indikasi adanya kejahatan umum yang menyertai aktivitas tambang ilegal.
Tim menemukan bangunan, warung, hingga tempat karaoke, serta bekas barang-barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana umum seperti peredaran miras, narkoba, dan kejahatan penyakit masyarakat lainnya.
Penemuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas PETI tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga menciptakan pusat kriminalitas tersembunyi.
Baca Juga: Jantung Pahlawan Hutan Berhenti Berdetak: Anggota Gakkum Kemenhut Wafat Saat Jalankan Tugas
Direktur Rudi Saragih Napitu menegaskan, operasi ini akan terus berlanjut ke lokasi-lokasi lain, termasuk upaya memutus rantai pasok merkuri dan mencari pihak penerima manfaat dari kegiatan yang merusak taman nasional ini.
"Kami berterima kasih atas partisipasi aktif publik yang telah melaporkan kejadian PETI di kawasan TNGHS. Dukungan masyarakat adalah kunci pengawasan bersama untuk menjaga kelestarian hutan dan keselamatan warga, terutama pada musim hujan ini," tutup Januanto.
Berita Terkait
-
Jantung Pahlawan Hutan Berhenti Berdetak: Anggota Gakkum Kemenhut Wafat Saat Jalankan Tugas
-
Ada Apa di Balik Hutan Gunung Salak? TNI AD Ungkap Rahasia Ratusan Tenda Emas Ilegal
-
Bukan Jawa Barat, Ini Bintang Baru Ekonomi Indonesia: Pertumbuhannya Capai 5,84 Persen
-
Kejati: Penyidikan Tunjangan Perumahan DPRD Bekasi Berjalan
-
Penjara Bukan Solusi? Jabar Uji Coba Pidana Kerja Sosial, Bersih-bersih Tempat Ibadah Jadi Opsi
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
Tanpa Bojan Hodak dan Dua Pilar Asing, Bos Umuh Tuntut Persib Tetap Bermental Juara
-
Terungkap! Pembunuhan Pelajar di Bantaran Citarum: Pisau Dapur Sudah Disiapkan Pelaku
-
Demi Motor, Kakak Kelas di Karawang Tega Habisi Nyawa Pelajar 15 Tahun Secara Berencana