-
Kasus KTPA dan TPPO yang meresahkan mendorong Dinkes Depok melatih nakes Puskesmas dan RS sebagai garda terdepan perlindungan dan penanganan korban secara holistik.
-
Pelatihan intensif pelayanan kesehatan korban KTPA/TPPO di Depok bertujuan membekali nakes dengan manajemen trauma dan penanganan psikososial, bukan hanya fisik.
-
Dinkes Depok melaksanakan pelatihan dalam dua gelombang pada November 2025, melibatkan nakes dari 38 Puskesmas dan 4 RS untuk memperkuat sistem rujukan korban.
SuaraJabar.id - Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) belakangan ini menjadi isu yang sangat meresahkan, terutama bagi kalangan Gen Z dan Milenial yang semakin sadar akan pentingnya hak asasi dan kesehatan mental. Merespons urgensi ini, Pemerintah Kota Depok tidak tinggal diam.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengambil langkah progresif dengan menempatkan tenaga kesehatan (Nakes) sebagai garda terdepan dalam perlindungan korban. Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati, menegaskan bahwa penanganan korban kekerasan tidak bisa lagi hanya berkutat pada pengobatan luka fisik semata, melainkan harus menyentuh aspek psikologis dan keamanan korban.
“Setiap korban berhak mendapat layanan kesehatan yang aman, profesional, dan penuh empati. Karena itu, tenaga kesehatan harus dibekali kemampuan yang tepat untuk melakukan penanganan awal hingga pemulihan psikososial,” ungkap Mary di Depok, Sabtu (22/11/2025).
Dalam situasi krisis, korban KTPA maupun TPPO seringkali mengalami trauma mendalam yang membuat mereka sulit percaya pada orang lain. Di sinilah peran vital seorang tenaga kesehatan. Jika Nakes salah langkah dalam menangani korban di awal, trauma tersebut bisa semakin parah.
Untuk mencegah hal tersebut, Dinkes Depok menggelar pelatihan intensif bertajuk Pelatihan Pelayanan Kesehatan bagi Korban KTPA dan TPPO. Program ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan bootcamp peningkatan kapasitas yang menyasar fasilitas kesehatan vital di seluruh penjuru kota.
Pelatihan ini dilaksanakan secara maraton dalam dua gelombang pada bulan November 2025:
Angkatan 1: 9 s.d. 13 November 2025.
Angkatan 2: 10 s.d. 14 November 2025.
Pesertanya pun tidak main-main, melibatkan tenaga kesehatan terpilih dari 38 Puskesmas dan 4 Rumah Sakit di wilayah Kota Depok. Ini memastikan bahwa di manapun korban melapor atau mencari pertolongan medis, mereka akan bertemu dengan petugas yang sudah terlatih.
Baca Juga: Drama Anak Mantan Kiper Persib di Kamboja: Bukan Korban TPPO, Tapi Scammer yang Cari Kerja Sendiri
Mary menjelaskan bahwa materi yang diberikan sangat komprehensif. Nakes tidak hanya diajari cara menjahit luka atau memberi obat, tetapi juga manajemen trauma.
“Pelatihan ini dirancang dengan kurikulum terintegrasi, mulai dari penanganan fisik, pemeriksaan medis, manajemen trauma, hingga mekanisme rujukan dan pendampingan,” jelas Mary.
"Semoga para tenaga kesehatan dapat memperkuat sistem respons layanan kesehatan bagi korban KTPA dan TPPO, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman, adil, dan manusiawi bagi seluruh warga," pungkas Mary penuh harap.
Tag
Berita Terkait
-
Drama Anak Mantan Kiper Persib di Kamboja: Bukan Korban TPPO, Tapi Scammer yang Cari Kerja Sendiri
-
Kronologi Lengkap Pembunuhan Sadis di Tol Jagorawi
-
Program Makan Bergizi Gratis Sumbang Inflasi Jabar 0,45 Persen, BPS Ungkap Dampak Tak Terduga
-
Tinggalkan Metode Lama, Sekolah di Bogor dan Depok Serentak Terapkan Deep Learning: Apa Itu?
-
Warga Depok Wajib Tahu! 5 Hak Krusial Ini Hilang Jika Pernikahan Tak Dicatatkan Resmi
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Warga Karawang dan Bandung Dominasi Pelamar di Nyari Gawe, Ini Sebarannya!
-
Langgar Aturan BPOM? Penggunaan Visual Bayi di Pionir AMDK Menuai Polemik
-
Viral Chat Tak Pantas Diduga Guru Besar ke Mahasiswi: Minta Foto Bikini hingga Ajak Minum Brandy
-
Penyisiran 3 Kilometer Hingga Jembatan Rancamulya, Tim SAR Temukan Korban Terakhir Ciherang