-
Ekonomi Jawa Barat diproyeksikan menguat di akhir 2025, didorong oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi, dan optimalisasi belanja pemerintah daerah.
-
Sektor manufaktur Jabar yang menyumbang 42% PDRB diprediksi tetap ekspansif, didukung oleh data PMI yang konsisten menunjukkan pertumbuhan ekonomi.
-
Lonjakan pergerakan wisatawan dan pencairan bonus akhir tahun diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat Jabar, dengan risiko inflasi yang harus diwaspadai.
SuaraJabar.id - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Iwan Suryawan, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap potensi ekonomi Jabar di akhir tahun ini.
Perekonomian Jawa Barat (Jabar) diproyeksikan akan menunjukkan performa kuat menjelang penutupan tahun 2025. Sebagai provinsi dengan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional sekitar 14%, Jabar mengandalkan sektor konsumsi dan industri manufaktur sebagai motor utama untuk mendongkrak pertumbuhan.
Menurut Iwan, setidaknya ada tiga pilar utama yang akan menopang lonjakan ekonomi Jabar, yakni stabilitas belanja pemerintah, peningkatan daya beli masyarakat, dan kinerja sektor investasi.
"Kami melihat tren positif yang didorong oleh permintaan musiman, terutama menjelang libur akhir tahun," ujar Iwan Suryawan, Selasa (25/11/2025).
Ia menyoroti bahwa kontribusi ekonomi Jabar dari sektor industri manufaktur masih mendominasi, mencapai sekitar 42%. Sektor ini diperkirakan tetap ekspansif, didukung oleh data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang, berdasarkan rilis dari lembaga survei seperti S&P Global, konsisten berada di atas angka 50 menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa bulan terakhir.
Data yang dipublikasikan oleh Bappeda Jabar dan diolah dari angka BPS, menunjukkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar pada tahun 2024 diproyeksikan telah melampaui angka Rp1.500 triliun. Dengan momentum akhir tahun 2025, angka ini diprediksi akan terus meningkat.
Iwan menambahkan, faktor konsumsi rumah tangga, yang menyumbang sekitar 55% terhadap PDRB Jabar, diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi yang kuat di masyarakat.
Fenomena ini bisa dipicu oleh pencairan bonus akhir tahun bagi para pekerja di Akhir tahun, yang secara langsung meningkatkan pendapatan yang siap dibelanjakan masyarakat.
"Daya beli masyarakat ini adalah kunci. Kami memproyeksikan perputaran uang di sektor ritel, akomodasi, dan transportasi akan melonjak antara 15% hingga 20% dibandingkan kuartal sebelumnya," jelasnya.
Baca Juga: Teror Pembacokan Misterius Gegerkan Cianjur Selatan
Dari sisi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Iwan Suryawan menekankan pentingnya realisasi belanja pemerintah yang optimal.
Ia menyebutkan bahwa target penyerapan APBD Provinsi Jawa Barat yang mencapai kisaran Rp31 triliun dari APBD Murni dan Perubahan 2025 harus dioptimalkan dalam sisa waktu yang ada.
"Realisasi belanja daerah yang tinggi semestinya menjadi stimulus fiskal yang kuat, tinggal bagaimana pemerintah Dan DPRD dapat menjalankan Dan mengawasi dengan baik," kata Wakil Ketua DPRD Jabar tersebut.
Selain itu, sektor pariwisata Jabar juga menjadi primadona. Dengan status Jabar sebagai tujuan wisata domestik utama, kunjungan wisatawan diperkirakan meningkat drastis.
Iwan Suryawan mencatat, berdasarkan data historis Dinas Pariwisata Jabar, provinsi ini dapat menerima lebih dari 60 juta pergerakan wisatawan domestik sepanjang tahun, dan puncaknya selalu terjadi pada bulan Desember.
"Daerah-daerah seperti Bandung Raya, Bogor, dan Cirebon kalau melihat data-data dari dinas, berpotensi mengalami lonjakan okupansi hotel dan kunjungan restoran, yang sangat vital bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak hotel dan restoran," tambahnya.
Berita Terkait
-
Teror Pembacokan Misterius Gegerkan Cianjur Selatan
-
Pelaku Pembunuhan Alvaro Sempat Ikut Antar Nenek Korban Cari Orang Pintar hingga ke Karawang
-
5 Fakta Polemik APBD Jabar: Bangun Gapura Ahistoris Miliaran, Lupakan Infrastruktur Kritis?
-
Bukan Kasundaan? Candi Bentar di Gedung Sate Dituding Ahistoris dan Simbol Dangkal Identitas Jabar
-
Gedung Sate Ganti Wajah ala Candi Rp3,9 Miliar
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi
-
Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi
-
Berkas Perkara Taufik Hidayat Resmi Masuk Kejati Jabar
-
PERADI Profesional dan Universitas Islam Bandung Jalin Kemitraan Strategis Perkuat Pendidikan Hukum