Andi Ahmad S
Minggu, 30 November 2025 | 09:19 WIB
Gerbang Gedung Sate Bandung yang dirubah jadi bentuk candi. (ANTARA/Ricky Prayoga)
Baca 10 detik
  • Anggota DPRD Jabar menuding ada "anggaran siluman" sebesar Rp19,7 M untuk penataan Gedung Sate yang muncul tiba-tiba tanpa sepengetahuan anggota dewan. 

  • Anggaran penataan Gedung Sate yang tidak mendesak dinilai kontras, karena pos anggaran penting bagi rakyat (seperti Dinas Sosial) justru mengalami pemangkasan. 

  • Proyek penataan Gedung Sate senilai total Rp19,7 M, didanai lewat perubahan APBD 2025 yang ditetapkan melalui peraturan gubernur, memicu kontroversi.

Sementara itu, pada termin kedua yang dianggarkan dari perubahan APBD dan disahkan 15 Agustus 2025, di antaranya pekerjaan parkir Gedung Sate sebesar Rp4,4 miliar, pekerjaan gerbang ba­ru Gedung Sate Rp3,9 mi­liar, pekerjaan tang­ga belakang dan atap dak Ge­dung Sate Rp219,8 juta.

Selanjutnya pekerjaan pe­meliharaan kantin Gedung Sate Rp398 juta; pe­ker­jaan bak kontrol insinerator, pemeliharaan tempat pem­buangan sampah, klinik dan toilet Gedung Sate Rp325 juta. Kemudian pe­kerjaan pemeliharaan area kantin Gedung Sate Rp372,7 juta, pekerjaan pemeliharaan pantry gubernur di Gedung Sate Rp189 juta.

Berikutnya, paket jasa konsultansi perencanaan area merokok pada Kantin Ge­dung Sate Rp94,9 juta. Paket jasa konsultansi perencanaan pemeliharaan atap Ge­dung Sate Rp94,9 juta, jasa konsultansi pe­rencanaan area par­kir Ge­dung Sate Rp94,9 juta.

Total biaya berbagai penataan Gedung Sate dari anggaran yang dialokasi di termin pertama dan termin kedua APBD tersebut sekitar Rp19,7 miliar.

Load More