-
Kehadiran Saksi Kunci Mantan Sekdis CKTR Bekasi, Beni Saputra, akhirnya memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kunci guna mendalami keterlibatan dinas teknis dalam skema suap ijon proyek pembangunan di Kabupaten Bekasi.
-
Pendalaman Materi Penyidikan Penyidik KPK fokus memvalidasi barang bukti dokumen dan menggali keterangan dari Beni Saputra serta dua pihak swasta terkait aliran dana serta proses penunjukan proyek yang melibatkan tersangka.
-
Status Tersangka Utama Kasus hasil OTT Desember 2025 ini menjerat Bupati Bekasi, ayahnya, dan seorang kontraktor sebagai tersangka dalam praktik suap ijon demi mendapatkan jaminan pengerjaan proyek di daerah.
SuaraJabar.id - Penyidikan kasus dugaan suap ijon proyek yang mengguncang Pemerintah Kabupaten Bekasi terus bergulir panas.
Setelah sempat tidak memberikan konfirmasi kehadiran pada panggilan sebelumnya, mantan Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Sekdis CKTR) Kabupaten Bekasi, Beni Saputra (BS), akhirnya menampakkan batang hidungnya di markas antirasuah.
Pada Senin (5/1/2026) pagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Beni sebagai saksi kunci untuk mengurai benang kusut praktik amis di lingkungan Pemkab Bekasi.
Kehadiran Beni dinilai vital mengingat posisinya yang strategis di dinas teknis yang menangani proyek-proyek pembangunan daerah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi kehadiran Beni di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan.
“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama BS selaku mantan Sekdis CKTR Bekasi,” ujar Budi dilansir dari Antara.
Berdasarkan catatan buku tamu KPK, Beni Saputra bersikap kooperatif dengan tiba pada pukul 09.32 WIB.
Tak sendirian, KPK ternyata juga memanggil dua saksi lain dari pihak swasta, yakni ZNH dan SC, yang disinyalir mengetahui aliran dana atau proses penunjukan proyek tersebut.
ZNH tiba lebih awal pada pukul 09.29 WIB, disusul SC pada pukul 09.35 WIB.
Baca Juga: Nama Aura Kasih Terseret Pusaran Korupsi Bank BJB, KPK Mulai Telusuri Aliran Dana dari RK
Pemeriksaan kali ini menjadi sorotan karena pada jadwal sebelumnya, tepatnya 29 Desember 2025, Beni sempat absen tanpa kabar. KPK bahkan sempat mengeluarkan imbauan tegas agar yang bersangkutan kooperatif.
Kini, setelah Beni hadir, penyidik KPK langsung tancap gas. Ada dua hal krusial yang didalami dari keterangan Beni:
1. Konfirmasi Barang Bukti: Memvalidasi dokumen atau aset yang telah disita penyidik saat penggeledahan.
2. Pokok Perkara: Menggali sejauh mana keterlibatan atau pengetahuan dinas teknis (CKTR) dalam skema suap ijon proyek yang dirancang oleh para tersangka.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) kesepuluh KPK di tahun 2025 yang dilakukan pada 18 Desember lalu. Operasi senyap tersebut berhasil menjaring sepuluh orang, yang berujung pada penetapan tersangka terhadap pucuk pimpinan daerah.
Tiga nama besar yang kini mengenakan rompi oranye adalah:
Berita Terkait
-
Nama Aura Kasih Terseret Pusaran Korupsi Bank BJB, KPK Mulai Telusuri Aliran Dana dari RK
-
Wakil Wali Kota Erwin dan Rendiana Awangga Dicekal Bepergian Usai Jadi Tersangka Korupsi
-
Respons Keras Gubernur Dedi Mulyadi Soal Kasus Korupsi Wakil Wali Kota Bandung
-
Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Bekasi Memanas, Kejati Jabar Isyaratkan Daftar Nama Baru Siap Menanti?
-
Diperiksa KPK Soal Skandal BJB Rp222 Miliar, Ridwan Kamil: Saya Tidak Tahu, Apalagi Menikmati
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027
-
Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai
-
Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya
-
Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP
-
Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor