-
Dentuman keras disertai kilatan cahaya kemerahan di Cianjur Utara memicu kepanikan massal warga. Penduduk Cipanas dan sekitarnya memilih bertahan di luar rumah karena takut akan adanya ledakan susulan atau bencana alam.
-
Terjadi perbedaan analisis antara PVMBG dan BMKG mengenai penyebab fenomena misterius tersebut. PVMBG menduga adanya pelepasan energi atmosfer, sementara BMKG lebih mencurigai aktivitas tersebut sebagai hasil dari perbuatan manusia.
-
Meskipun menimbulkan guncangan psikologis bagi warga, sensor seismograf menunjukkan tidak ada aktivitas kegempaan sama sekali. BPBD Cianjur kini terus berkoordinasi dengan para ahli guna mencari kepastian penyebab demi meredam hoaks.
SuaraJabar.id - Keheningan malam di awal tahun 2026 mendadak berubah menjadi kepanikan massal di wilayah utara Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Pada Senin malam (5/1/2026), ribuan warga yang bermukim di kawasan Pacet, Cipanas, hingga Sukaresmi dipaksa terjaga oleh fenomena yang tidak biasa.
Bukan gempa bumi biasa, melainkan suara dentuman menggelegar yang disertai visual mengerikan di langit.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.15 WIB ini langsung memicu spekulasi liar di jagat maya.
Grup-grup WhatsApp warga ramai membahas asal-usul suara tersebut. Apakah ini tanda bencana alam atau ada aktivitas lain yang tersembunyi?
Untuk menjawab rasa penasaran kalian, berikut adalah 3 fakta menarik dan misterius di balik dentuman Cianjur yang berhasil dihimpun:
1. Horor Kilatan Merah dan Warga yang Bertahan di Luar Rumah
Fakta pertama yang paling mencolok adalah dampak psikologis yang ditimbulkan. Suara dentuman itu tidak datang sendirian, melainkan "satu paket" dengan fenomena visual yang bikin bulu kuduk merinding.
Warga melaporkan melihat kilatan cahaya berwarna kemerahan di langit sesaat setelah suara gemuruh terdengar.
Baca Juga: Langit Cianjur Membara! Dentuman Keras dan Kilatan Merah Misterius Bikin Warga Pacet Berhamburan
Kepanikan ini bukan tanpa alasan. Dede Sandi, warga Cipanas, memberikan kesaksian langsung betapa mencekamnya situasi saat itu.
Warga memilih berhamburan keluar dan tidak berani masuk rumah hingga tengah malam karena takut bangunan roboh atau ada ledakan susulan.
"Suaranya bergemuruh disertai dentuman cukup kencang, sehingga kami berlarian keluar rumah, dalam hitungan detik diikuti kilatan cahaya kemerahan di langit, selang setengah jam kami baru masuk ke dalam," ungkap Dede.
2. Plot Twist: PVMBG dan BMKG Punya Teori yang Bertolak Belakang
Inilah bagian yang paling menarik dan membingungkan. Dua lembaga otoritas bencana di Indonesia, PVMBG dan BMKG, memiliki analisis yang berbeda 180 derajat terkait sumber suara tersebut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Penyelidik Bumi Utama, Supartoyo, cenderung melihat ini sebagai fenomena alamiah yang langka namun ilmiah.
Mereka menduga ada pelepasan energi di atmosfer yang tidak berkaitan dengan aktivitas tektonik lempeng bumi.
"Kami masih mendalami penyebab terjadinya fenomena energi tersebut termasuk pemicu-nya karena tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya menjadi pemicu terjadinya fenomena alam tersebut," jelas Supartoyo.
Sebaliknya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru skeptis jika ini disebut fenomena alam. Kepala BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, menegaskan bahwa alat sensor canggih mereka tidak mencatat anomali alam apa pun, baik itu gempa maupun petir. Ketiadaan data ini memicu dugaan lain: aktivitas buatan manusia.
"Petugas dan alat yang terpasang di BMKG Bandung tidak menunjukkan adanya aktifitas kegempaan dan badai petir di wilayah Cianjur, sehingga kami menduga aktifitas tersebut buatan manusia," tegas Teguh Rahayu.
3. Nihil Gempa, Tapi Bikin Panik Satu Kabupaten
Fakta ketiga adalah misteri trigger atau pemicunya. Biasanya, suara dentuman keras di Jawa Barat identik dengan aktivitas Sesar atau gunung berapi. Namun kali ini, data seismograf menunjukan garis datar alias nihil gempa.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, kini berada di posisi sulit untuk menenangkan warga tanpa adanya kepastian penyebab. Ia terus berkoordinasi dengan kedua lembaga ahli tersebut untuk mencari jawaban pasti agar tidak timbul hoaks yang meresahkan.
"Kami masih mencari informasi pastinya sehingga warga jangan panik namun tetap waspada, kami sudah melakukan koordinasi dengan PVMBG dan BMKG apa penyebab suara dentuman dan kilatan cahaya yang terjadi malam itu," imbau Iwan.
Berita Terkait
-
Langit Cianjur Membara! Dentuman Keras dan Kilatan Merah Misterius Bikin Warga Pacet Berhamburan
-
Kabupaten Bogor Juara 1 Destinasi Wisata Terpopuler Jawa Barat 2025, Ini Rahasianya
-
Gunung Sanggabuana Jadi Primadona, Kawasan Glamping Karawang Selatan Dongkrak Ekonomi Warga
-
Jawa Barat Diguncang 1.242 Gempa Sepanjang 2025, BMKG: Tanah Pasundan Tak Pernah Tidur
-
Realisasi Pendapatan Karawang 2025 Cuma Tembus 91 Persen, Lebih Rendah dari Tahun Lalu
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Tuduhan: NS Meninggal Karena Sakit, Bukan Kekerasan
-
13 Gadis Jawa Barat Terjebak TPPO: Gaji Menggiurkan Berujung Neraka Eksploitasi
-
Tangis Pilu Ayah NS di Sukabumi: Autopsi Jenazah Ungkap Luka Misterius
-
Ngabuburit Bermanfaat! Menelusuri Jejak Perjuangan Rasulullah Dari Rambut hingga Busur Panah
-
BRI Teruskan Peran Aktif Dukung Program Strategis Nasional: Program 3 Juta Rumah, KDKMP, MBG