-
Pemeriksaan Saksi DPRD KPK memeriksa anggota DPRD Bekasi, Iin Farihin, sebagai saksi kasus suap yang menjerat Bupati nonaktif Ade Kuswara Kunang untuk memperdalam penyidikan perkara di Gedung Merah Putih.
-
Perluasan Pemanggilan Saksi Selain anggota dewan, KPK memanggil enam saksi lain dari unsur swasta, ASN, hingga sopir guna melengkapi bukti terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
-
Status Tersangka Utama Bupati Ade Kuswara, ayahnya HM Kunang, dan pihak swasta Sarjan resmi menjadi tersangka setelah OTT Desember 2025 dengan barang bukti uang suap senilai ratusan juta rupiah.
SuaraJabar.id - Drama kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK), memasuki babak baru.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus tancap gas mendalami aliran dana dan keterlibatan pihak lain dalam skandal yang sempat menghebohkan publik pada akhir tahun 2025 lalu.
Kali ini, giliran wakil rakyat di daerah tersebut yang dimintai keterangan.
Pada hari Selasa ini, penyidik KPK memanggil anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Iin Farihin (IF), untuk diperiksa sebagai saksi.
Pemanggilan ini menjadi sinyal kuat bahwa lembaga antirasuah sedang menelusuri benang merah yang lebih luas terkait praktik rasuah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi agenda pemeriksaan tersebut kepada awak media.
“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama IF selaku anggota DPRD Kabupaten Bekasi,” ujar Budi.
Berdasarkan pantauan dan catatan KPK, Iin Farihin terlihat kooperatif dan telah tiba di gedung lembaga antirasuah tersebut pada pukul 08.54 WIB.
Namun, Iin tidak sendirian. KPK tampaknya tengah melakukan marathon pemeriksaan dengan memanggil enam saksi lain dari berbagai latar belakang untuk melengkapi berkas penyidikan.
Baca Juga: Pejuang Bekasi dan Depok Merapat! Cek Jadwal KRL ke Jakarta Kamis 8 Januari 2026
Para saksi tambahan yang turut dipanggil antara lain:
- SUG, YS, RYB, dan RG: Pihak swasta yang diduga mengetahui seluk-beluk proyek.
- HRD: Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Tata Bangunan Wilayah III Lenggahjaya.
- DWA: Seorang sopir yang diduga mengetahui mobilitas para tersangka.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) kesepuluh yang dilakukan KPK pada tahun 2025. Tepatnya pada 18 Desember 2025, tim penindakan KPK mengamankan sepuluh orang di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Operasi senyap tersebut mengungkap fakta yang cukup mencengangkan bagi generasi milenial yang kritis terhadap isu dinasti politik.
Bagaimana tidak, kasus ini menyeret dua generasi sekaligus. Dua dari delapan orang yang dibawa ke Gedung Merah Putih saat itu adalah Ade Kuswara (Bupati) dan ayahnya sendiri, HM Kunang.
Pada 20 Desember 2025, KPK resmi menetapkan status tersangka kepada mereka. Ade Kuswara Kunang (ADK) dan ayahnya, HM Kunang (HMK)—yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan—ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerima suap.
Sementara itu, seorang pihak swasta bernama Sarjan (SRJ) ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.
Berita Terkait
-
Pejuang Bekasi dan Depok Merapat! Cek Jadwal KRL ke Jakarta Kamis 8 Januari 2026
-
KPK Periksa Saksi Kunci Kasus Suap Bupati Bekasi
-
Jawa Barat Diguncang 1.242 Gempa Sepanjang 2025, BMKG: Tanah Pasundan Tak Pernah Tidur
-
Nama Aura Kasih Terseret Pusaran Korupsi Bank BJB, KPK Mulai Telusuri Aliran Dana dari RK
-
Daftar Lengkap UMK Jabar 2026: Kota Bekasi Paling Sultan, Daerah Kamu Berapa?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi
-
Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi
-
Berkas Perkara Taufik Hidayat Resmi Masuk Kejati Jabar
-
PERADI Profesional dan Universitas Islam Bandung Jalin Kemitraan Strategis Perkuat Pendidikan Hukum