- Pasangan suami istri dibegal dengan senjata tajam pada Rabu pagi (18/3/2026) pukul 05.30 WIB di perbatasan Parungkuda-Bojonggenteng, Sukabumi.
- Korban berhasil selamat dari sabetan celurit setelah menangkis dengan helm, namun motor Honda Beat mereka berhasil dirampas pelaku.
- Lokasi kejadian minim penerangan dan jalan rusak menjadi titik rawan pembegalan yang telah terjadi berulang kali di kawasan tersebut.
SuaraJabar.id - Angin subuh yang menusuk tulang di jalur perbatasan Parungkuda dan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi saksi bisu teror yang sangat mengerikan.
Rabu pagi (18/3/2026), sekitar pukul 05.30 WIB, angan-angan sepasang suami istri (pasutri) untuk segera melepas rindu di kampung halaman hancur berantakan.
Niat mudik dari Jakarta menuju Kalapanunggal justru berujung pada pertarungan nyawa melawan komplotan begal bersenjata tajam.
Silfi Yanti (26) masih gemetar saat menceritakan detik-detik petaka yang menimpanya bersama sang suami, Ahmad Kosim (26).
Perjalanan mudik mereka menggunakan Honda Beat Deluxe bernomor polisi F 3846 UCE sejatinya berjalan lancar. Pasutri yang hendak menuju Kampung Batu Gajah, Desa Walangsari ini bahkan sempat menepi dengan tenang untuk menunaikan salat Subuh di kawasan SPBU Cidahu sekitar pukul 05.00 WIB.
Namun, mimpi buruk itu mengintai saat mereka mulai menyusuri jalur menurun menuju Pasir Angin. Kondisi aspal yang rusak, sunyi senyap, dan minimnya penerangan jalan umum (PJU) membuat kawasan itu menjadi "ladang pembantaian" yang sempurna bagi para bandit.
“Dari pas kami mau turun ke arah Pasir Angin, firasat saya sudah enggak enak. Kayaknya kami memang sudah dikuntit (diikuti). Di belakang ada pantulan lampu satu motor berboncengan, tapi awalnya saya positive thinking saja, saya kira mereka sesama pemudik atau pengguna jalan biasa,” tutur Silfi dengan suara bergetar dikutip dari sukabumiupdate.com, Jumat (20/3/2026).
Kelengahan itu harus dibayar mahal. Saat memasuki titik turunan yang paling gelap dan sepi dari permukiman, motor misterius di belakang mereka mendadak mengegas kencang.
Dalam hitungan detik, komplotan itu memepet motor Silfi dari sisi kiri. Jantung Silfi seolah berhenti berdetak ketika ia melihat sebilah celurit tajam berkilat sudah diacungkan oleh pembonceng tepat ke arahnya.
Baca Juga: Tragedi Mata Mengantuk di Tanjakan Maut Cibeka: Pikap Pemudik Hantam Pembatas Jalan
“Dia mepet ke kiri sambil bawa celurit. Jaraknya dekat banget sampai nyaris nempel ke paha saya. Saking paniknya, saya langsung nekat loncat dari atas motor yang masih jalan,” ujarnya.
Melihat nyawa istrinya terancam, Ahmad Kosim tak tinggal diam. Dengan sisa nyali yang ada, sang suami mencoba memberikan perlawanan nekat dengan membanting setir, menabrakkan kendaraannya ke arah motor pelaku agar mereka goyah.
Nahas, benturan itu justru membuat Ahmad kehilangan keseimbangan dan terjerembap keras ke aspal. Situasi makin tak terkendali saat salah satu pelaku begal turun dari motor, berjalan menghampiri Ahmad, dan bersiap membacokkan celurit mautnya.
“Suami saya alhamdulillah masih sempat menangkis tebasan itu pakai helm. Tapi karena posisinya sudah jatuh dan motor tidak terkendali, akhirnya motor kami (Beat Deluxe Biru Doff) berhasil dirampas dan dibawa kabur sama pelaku,” tangis Silfi.
Lucunya, dalam kepanikan merampas motor, senjata tajam jenis celurit milik pelaku sempat terjatuh ke aspal. Bukannya memungut kembali alat kejahatannya, komplotan bandit itu langsung tancap gas melarikan diri, turut membawa serta helm dan isi jok korban yang berisi seragam kerja dan jas hujan.
Di tengah luka lecet di bagian tangan dan lutut suaminya, Silfi berteriak sekuat tenaga memecah kesunyian pagi, meminta pertolongan. Namun, jarak antar-rumah warga yang saling berjauhan membuat teriakannya seolah menguap di udara.
Berita Terkait
-
Tragedi Mata Mengantuk di Tanjakan Maut Cibeka: Pikap Pemudik Hantam Pembatas Jalan
-
IMM Kritik Pemkot Sukabumi yang Menolak Muhammadiyah Salat Id di Lapang Merdeka
-
Buntut Bangkai Cicak di MBG Siswa: SPPG Citamiang Resmi Disegel Pusat
-
Awas "Jalur Neraka"! Ini Siasat Jitu Polisi Urai Kemacetan Horor di Pasar Cibadak Sukabumi
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Dorong Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Industri Perumahan
-
Muncul Isu ASN Hilang di Sungai Cisadane Ternyata ke Istri Muda, Ini Respon Wlai Kota Bogor
-
Tiga Pelajar Didampingi Usai Dugaan Kekerasan Seksual Pejabat Dishub Sukabumi
-
Bara Tersembunyi di Tumpukan Bahan Baku, Kebakaran Gudang Mojokerto Masuk Hari Kedua
-
Penuh Haru! 10 Kru Selamat KM Virgo Transport 8 Akhirnya Pulang ke Garut