- Pasangan suami istri dibegal dengan senjata tajam pada Rabu pagi (18/3/2026) pukul 05.30 WIB di perbatasan Parungkuda-Bojonggenteng, Sukabumi.
- Korban berhasil selamat dari sabetan celurit setelah menangkis dengan helm, namun motor Honda Beat mereka berhasil dirampas pelaku.
- Lokasi kejadian minim penerangan dan jalan rusak menjadi titik rawan pembegalan yang telah terjadi berulang kali di kawasan tersebut.
Baru beberapa saat kemudian, sejumlah warga lokal yang terbangun keluar berhamburan. Menurut kesaksian warga, mereka sempat melihat dua sepeda motor melaju sangat kencang bagai kesetanan meninggalkan lokasi. Salah satu motor komplotan pelaku diduga kuat berjenis Yamaha Mio M3 berwarna kuning.
Kisah pilu ini sebelumnya sempat meledak dan viral di media sosial setelah Mang Jo, seorang content creator lokal, melakukan siaran langsung (Live) tepat di lokasi kejadian sesaat usai pembegalan. Dalam videonya, warga tampak mengamankan barang bukti celurit milik pelaku yang tertinggal.
Dibantu warga yang iba, pasutri malang ini dijemput oleh pihak keluarga dan langsung diarahkan untuk membuat laporan resmi ke Polsek Parungkuda.
“Sudah laporan hari itu juga. Mudah-mudahan motor hasil keringat suami saya bisa ketemu dan pelakunya cepat tertangkap,” harap Silfi yang masih diliputi trauma mendalam.
Jerit pilu Silfi bukanlah satu-satunya suara sumbang dari kawasan Pasir Angin. Dari informasi yang dihimpun warga, jalur ini bagaikan "bermuda triangle" bagi pengendara motor di jam-jam rawan (dini hari hingga subuh).
Belum genap sebulan, tepatnya Jumat (6/3/2026) pukul 04.00 WIB pagi, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Kampung Cipasung, Desa Gunung Endut, juga nyaris menjadi korban kebringasan komplotan begal di rute yang sama.
Saat itu, sang IRT yang berniat menjemput suaminya di gerbang Tol Parungkuda dikuntit oleh tiga pria tak dikenal menggunakan dua motor. Menyadari bahaya, korban sempat memacu motornya.
Namun, setibanya di jalan rusak sebelum musala Cioray, komplotan itu menendang motor korban hingga ia tersungkur ke aspal dan terluka.
Beruntung bagi sang IRT, aksi beringas itu tepergok oleh warga yang melintas, sehingga komplotan pengecut itu langsung kocar-kacir melarikan diri tanpa membawa hasil.
Baca Juga: Tragedi Mata Mengantuk di Tanjakan Maut Cibeka: Pikap Pemudik Hantam Pembatas Jalan
Rangkaian teror ini seolah menampar wajah pemerintah daerah dan aparat kepolisian. Minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan kondisi jalan yang hancur membuat nyawa warga menjadi taruhan murah setiap harinya.
“Katanya memang sudah sering banget kejadian di sini. Semoga pemerintah melek, tolong perbaiki jalan dan terutama perbanyak lampu penerangannya,” desak Silfi mewakili ketakutan warga.
Hingga berita ini diturunkan, publik Sukabumi masih menanti gebrakan dari pihak kepolisian untuk meringkus komplotan begal yang meresahkan ini, sebelum ada nyawa lain yang melayang sia-sia di aspal Pasir Angin.
Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Pengakuan Korban Begal Pasir Angin Bojonggenteng, Sabetan Celurit Ditangkis Helm"
Berita Terkait
-
Tragedi Mata Mengantuk di Tanjakan Maut Cibeka: Pikap Pemudik Hantam Pembatas Jalan
-
IMM Kritik Pemkot Sukabumi yang Menolak Muhammadiyah Salat Id di Lapang Merdeka
-
Buntut Bangkai Cicak di MBG Siswa: SPPG Citamiang Resmi Disegel Pusat
-
Awas "Jalur Neraka"! Ini Siasat Jitu Polisi Urai Kemacetan Horor di Pasar Cibadak Sukabumi
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Dorong Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Industri Perumahan
-
Muncul Isu ASN Hilang di Sungai Cisadane Ternyata ke Istri Muda, Ini Respon Wlai Kota Bogor
-
Tiga Pelajar Didampingi Usai Dugaan Kekerasan Seksual Pejabat Dishub Sukabumi
-
Bara Tersembunyi di Tumpukan Bahan Baku, Kebakaran Gudang Mojokerto Masuk Hari Kedua
-
Penuh Haru! 10 Kru Selamat KM Virgo Transport 8 Akhirnya Pulang ke Garut