- Muhamad Luthfi Padilah (14), pelajar MTs 1 Pangandaran, dilaporkan hilang terseret arus Pantai Timur pada Jumat (27/3/2026).
- Setelah 12 jam pencarian oleh tim SAR gabungan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh nelayan pada malam harinya.
- Jasad Luthfi ditemukan sekitar pukul 21.15 WIB, berjarak 200 meter dari lokasi awal tenggelam di perairan Pangandaran.
SuaraJabar.id - Keindahan Pantai Timur Pangandaran yang biasanya membawa tawa, mendadak berubah menjadi duka mendalam bagi warga Desa Babakan.
Jumat (27/3/2026) menjadi hari yang panjang bagi keluarga Muhamad Luthfi Padilah (14). Remaja yang dikenal sebagai pelajar MTs 1 Pangandaran itu, harus menyerah pada ganasnya arus laut yang menyeretnya hilang dari pandangan.
Selama 12 jam, laut seolah menyembunyikan raga Luthfi. Namun, sebuah jaring nelayan di kegelapan malam akhirnya mengakhiri pencarian yang melelahkan itu dengan kenyataan pahit. Luthfi pulang, namun dalam kondisi tak bernyawa.
Sejak dilaporkan hilang pada Jumat pagi, suasana di Pantai Timur mencekam. Tim SAR Gabungan tak membuang waktu. Deru mesin jetski dan perahu jukung memecah ombak, menyisir setiap jengkal perairan demi menemukan jejak sang remaja asal Dusun Kalapa Tiga itu.
Keluarga dan warga sekitar hanya bisa terpaku di bibir pantai, menatap ufuk dengan harapan ada keajaiban. Namun, jam demi jam berlalu, matahari terbenam, dan Luthfi belum juga menampakkan diri.
Harapan akan keselamatan Luthfi pupus saat jarum jam menunjukkan pukul 21.15 WIB. Seorang nelayan yang tengah melakukan aktivitas rutin memeriksa jaring di laut, dikejutkan oleh sesuatu yang berat di dalam rajutan benangnya.
Bukan ikan besar yang didapat, melainkan raga Luthfi yang telah pucat. Lokasi penemuannya hanya berjarak sekitar 200 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam. Laut seolah baru saja melepaskan dekapannya setelah menahan sang remaja selama belasan jam.
“Korban ditemukan sekitar pukul 21.15 WIB di Pantai Timur. Penemuannya tidak jauh dari lokasi awal, sekitar radius 200 meter. Nelayan yang sedang membantu pencarian yang menemukannya,” ungkap Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, Sabtu (28/3/2026).
Evakuasi segera dilakukan. Tubuh Luthfi dibawa ke darat dengan pengawalan ketat aparat. Dari hasil pemeriksaan medis, kondisi fisik Luthfi memberikan gambaran betapa beratnya perjuangan di bawah permukaan air.
Baca Juga: Kisah Pilu Kakak Beradik Disekap dan Disabet Golok Saat Camping di Pantai Cibuaya
Luka lecet di beberapa bagian tubuh, kulit yang mulai keriput, hingga busa halus yang keluar dari hidung dan mulut menjadi saksi bisu kronologi 12 jam ia bertahan di dalam air sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
“Kami dari Polres Pangandaran menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Seluruh prosedur mulai dari pencarian hingga identifikasi telah selesai dilaksanakan,” tutur Ikrar.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Remaja Hanyut di Pantai Timur Pangandaran Ditemukan Meninggal, Sempat Hilang 12 Jam"
Berita Terkait
-
Kisah Pilu Kakak Beradik Disekap dan Disabet Golok Saat Camping di Pantai Cibuaya
-
Kado Pahit Usai Lebaran: Karanghawu Dikepung 50 Kantong Sampah, Potret Miris Wisatawan di Sukabumi
-
Sengkarut Sayang Heulang: Antara 'Getok Harga', Sumpah Serapah, dan Citra Buram Wisata Garut
-
Asa di Balik Kartu Kuning: Gelombang Pencari Kerja Banjar Serbu MPP, Taiwan Jadi Destinasi Impian
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna