- Polres Purwakarta menangkap dua pelaku pengeroyokan berinisial YI dan K yang menyebabkan korban tewas di Desa Kertamukti.
- Kejadian bermula pada Sabtu (4/4) ketika pelaku dalam kondisi mabuk menganiaya korban karena permintaan uang tidak terpenuhi.
- Tersangka kini ditahan di Mapolres Purwakarta dan dijerat pasal pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
SuaraJabar.id - Sebuah kasus tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan yang tragis hingga menyebabkan korban meninggal dunia berhasil diungkap oleh Polres Purwakarta.
Peristiwa ini menimpa seorang penyelenggara hajatan pernikahan di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang diduga dilakukan oleh sekelompok preman.
Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menyampaikan bahwa dalam pengungkapan kasus ini, pihaknya telah menangkap dua pelaku penganiayaan. Keduanya diduga merupakan bagian dari kelompok preman yang beraksi.
"Dua pelaku ini ditangkap di lokasi yang berbeda pada Senin (6/4)," kata AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya.
Kedua pelaku yang masing-masing berinisial YI (36 tahun) dan K (35 tahun) ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran hingga ke luar kota, di wilayah Sagalaherang, Kabupaten Subang.
Selain melakukan penangkapan, dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi juga menyita barang bukti berupa potongan bambu ukuran panjang 33 centimeter yang digunakan pelaku untuk melakukan penganiayaan.
Barang bukti lain yang disita terdapat sejumlah botol minuman keras dan minuman soda.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku kini ditahan di ruang tahanan Mapolres Purwakarta dan dijerat dengan Pasal 466 ayat 1 jo Pasal 3 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
Sementara itu, tragedi hajatan pernikahan ini terjadi di kediaman korban bernama Dadang (57) di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, pada Sabtu (4/4).
Baca Juga: Misteri di Balik Tembok BMI 5: Menelusuri Tempat Eksekusi WNA Singapura yang Jasadnya Dicor
Kapolres menyampaikan dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, terungkap penganiayaan itu dipicu rasa sakit hati tersangka YI karena permintaannya tidak dipenuhi oleh penyelenggara hajatan.
"Pelaku ini meminta uang Rp500 ribu (kepada keluarga korban)," katanya.
Namun, korban tidak memberikan uang yang diminta pelaku. Merasa tidak terima, pelaku yang datang ke lokasi hajatan dalam kondisi mabuk langsung menyerang korban menggunakan potongan bambu.
Serangan itu mengakibatkan Dadang meregang nyawa di tengah pesta pernikahan anaknya yang dimeriahkan dengan pertunjukan organ tunggal. Korban dipukuli sejumlah orang yang diduga mabuk saat pesta berlangsung.
Ketika itu, para pelaku meminta uang kepada pemain organ tunggal dengan alasan untuk membeli tambahan minuman, yang kemudian diberikan uang Rp100 ribu. Tapi, pelaku menolak. Mereka meminta uang Rp500 ribu hingga terjadilah kericuhan.
Dadang, yang merupakan pemangku hajat, menghampiri lokasi keributan untuk berusaha melerai. Ia bahkan sempat bersitegang dengan orang-orang yang membuat kericuhan.
Berita Terkait
-
Misteri di Balik Tembok BMI 5: Menelusuri Tempat Eksekusi WNA Singapura yang Jasadnya Dicor
-
Kronologi Lengkap Pembunuhan Wanita yang Jasadnya Mengering di Depok
-
Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Perampokan Jatibening, Identitas Tersangka Segera Dirilis
-
Pasutri Asal Cisarua Bogor Ditemukan Tewas dalam Mobil di Padalarang, Pelaku Berhasil Ditangkap
-
Misteri Mobil di Rumah Kosong Padalarang: Ternyata Berisi Dua Jenazah Warga Bogor
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain