- Konflik pengelolaan tambang emas antara PT WWI dan PT BBP memicu ketegangan massa di Kecamatan Ciemas sepanjang April 2026.
- PT WWI melaporkan PT BBP atas dugaan penambangan ilegal yang memicu penyegelan aset serta insiden nyaris bentrok fisik.
- Pertemuan 1 April 2026 menyepakati penghentian aktivitas tambang sementara oleh kedua perusahaan selama proses hukum masih berlangsung.
Ketegangan kembali terjadi pada 6 April 2026 sekitar pukul 22.35 WIB. Saat itu, sejumlah orang dari PT WWI yang dikawal anggota TNI melakukan pemotongan kunci go room pengolahan emas milik PT BBP.
“Situasi sempat memanas dan hampir terjadi bentrokan fisik antara pihak keamanan kami dan pihak WWI. Beruntung kondisi bisa diredam setelah Danru TNI dari Satgas PKH datang ke lokasi,” katanya.
PT BBP menilai, jika aktivitas sepihak terus dilakukan oleh PT WWI, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik terbuka di lapangan. Lebih lanjut, PT BBP menyatakan siap menyerahkan seluruh dokumen kerja sama kepada penyidik apabila dibutuhkan dalam proses hukum yang tengah berjalan.
Di akhir pernyataannya, PT BBP mengimbau semua pihak untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi sepihak.
“Kami tetap pada komitmen kerja sama usaha secara profesional serta memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk merespons aspirasi warga seperti perbaikan jalan. Pengaspalan jalan kabupaten merupakan salah satu bentuk komitmen yang kami dorong,” ujarnya.
Bombom menyebut pembangunan tersebut sebelumnya merupakan janji PT WWI kepada masyarakat, namun kini telah diselesaikan oleh PT BBP.
“Kami juga ikut hadir dalam audiensi di aula Kecamatan Ciemas pada 29 Januari 2026. Saat itu ada dua anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam, serta pihak perusahaan yang sepakat merealisasikan tujuh tuntutan warga. Namun sejauh ini baru pengaspalan jalan dan sumur bor yang direalisasikan oleh PT BBP,” lanjut Bombom.
“Mudah-mudahan ini cepat selesai dan PT BBP bisa kembali beroperasi,” jelasnya.
Baca Juga: Ramai Disorot, Proyek Gedung MUI Sukabumi Rp3 Miliar Disebut Lambat, Ini Penjelasan di Baliknya
Berita Terkait
-
Ramai Disorot, Proyek Gedung MUI Sukabumi Rp3 Miliar Disebut Lambat, Ini Penjelasan di Baliknya
-
Dibangunkan untuk Salat Subuh, Santri 15 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Pondok
-
Hanya 18 Jemaah Asal Kota Sukabumi yang Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini, Ada Apa?
-
Babak Baru Kasus Nizam: Ibu Tiri Layangkan Praperadilan, Gugat Status Tersangka di PN Cibadak
-
Imbas Konflik Global, Harga Kantong Plastik hingga Besek di Sukabumi Naik Drastis 70 Persen
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September
-
Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September
-
14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Bantu Warga Lampung Selatan Lepas dari Rentenir