- Seorang pelaku menyekap korban berinisial YTR selama tiga bulan di sebuah kamar kos daerah Cileunyi, Kabupaten Bandung.
- Pelaku mengaku sebagai pasangan suami istri namun gagal menunjukkan buku nikah saat diminta oleh pihak pengelola kos.
- Polda Jabar telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku yang teridentifikasi memiliki rekam jejak perilaku kekerasan berulang.
SuaraJabar.id - Fakta baru mulai terungkap dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap YTR (29) di Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Berdasarkan kesaksian pengelola tempat kos, korban diketahui hampir tidak pernah terlihat keluar dari kamar selama tiga bulan menetap di lokasi tersebut.
Penjaga kos, Resa Rohendi, membeberkan kondisi memilukan YTR sejak pertama kali tiba bersama pelaku yang kini menjadi buronan kepolisian.
Resa menceritakan momen awal saat pasangan tersebut menyewa kamar. Menurutnya, YTR sudah menunjukkan tanda-tanda kondisi fisik yang tidak sehat saat pertama kali menapakkan kaki di tempat kos tersebut.
"Pas pertama datang jalannya juga sudah susah, dipapah (dibantu) sama dia (pelaku) masuk ke kamar kos. Selama tiga bulan di sini juga hampir tidak pernah terlihat keluar," ujar Resa saat diwawancarai di Bandung, Selasa (23/6/2026).
Selama masa tinggalnya, YTR seolah dilenyapkan dari pandangan publik. Segala aktivitas kebutuhan dilakukan oleh pelaku, sementara YTR terus berada di dalam ruang sempit kamar kos.
Guna mengelabui pengelola dan warga sekitar, pelaku mengaku bahwa dirinya dan YTR adalah pasangan suami istri sah.
Namun, pihak pengelola kos mencium kejanggalan saat menagih dokumen kependudukan sebagai syarat administratif penghuni.
"Pengelola sudah meminta mereka menunjukkan buku nikah sesuai aturan bagi pasangan menikah, tetapi dokumen tersebut tidak pernah diperlihatkan setelah lebih dari satu bulan menempati kamar," tambah Resa.
Baca Juga: Ungkap Jejak Kekerasan DPO Taufik Hidayat, Polda Jabar Periksa Mantan Istri Pelaku
Resa menuturkan, perilaku pelaku berubah drastis setelah satu bulan tinggal. Ia yang semula terlihat normal, mulai menunjukkan sifat tempramental dan sering marah tanpa alasan jelas kepada orang-orang di sekitar kos.
"Awalnya baik-baik saja. Cuma setelah satu bulan, kelakuannya jadi arogan. Orang lewat tidak permisi dia marah-marah, bahkan ada orang yang datang untuk perbaikan tower pun istrinya (korban) tetap dimarahi," ungkapnya.
Merespons tingkat kekejaman kasus ini, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) tidak tinggal diam. Tim khusus gabungan telah dibentuk guna mempercepat proses pengejaran terhadap tersangka yang identitasnya telah dikantongi.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa kepolisian memberikan atensi penuh pada perkara ini. "Sudah, kita membentuk tim khusus gabungan. Insyaallah kita doakan semoga segera terungkap," tegas Hendra di Bandung Barat, Selasa.
Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk mantan istri pelaku. Dari hasil pemeriksaan, terungkap pola kekerasan yang dilakukan oleh tersangka.
Mantan istri pelaku mengakui bahwa dirinya pernah mengalami perlakuan kasar dan penganiayaan serupa di masa lalu, meskipun intensitasnya tidak separah yang dialami oleh YTR. Temuan ini menguatkan profil tersangka sebagai pelaku kekerasan berulang yang sangat berbahaya.
Tag
Berita Terkait
-
Ungkap Jejak Kekerasan DPO Taufik Hidayat, Polda Jabar Periksa Mantan Istri Pelaku
-
Fahira Idris Desak 7 Langkah Darurat Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan di Bandung
-
Kapolda Jabar Tegaskan Buru Taufik Hidayat: Kami Tidak Memberi Ruang bagi Pelaku Kekerasan
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Misteri Pesan WA Anonim Ungkap Penyekapan Tragis 3 Tahun di Bandung
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
2,5 Jam Olah TKP Kosan Lokasi Penyekapan Wanita di Bandung, Polisi Angkut Helm hingga Tas Berbungkus
-
Mengaku Pasutri tapi Ogah Tunjukkan Buku Nikah, Pelaku Penyekapan di Bandung Dikenal Arogan
-
Ungkap Jejak Kekerasan DPO Taufik Hidayat, Polda Jabar Periksa Mantan Istri Pelaku
-
Fahira Idris Desak 7 Langkah Darurat Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan di Bandung