- Orang tua calon siswa SMAN 1 Cileungsi mengadu ke Gubernur Jawa Barat akibat pembatalan sepihak.
- Panitia SPMB membatalkan penerimaan karena sistem tertutup setelah siswa menyelesaikan seluruh administrasi daftar ulang.
- Dampak pembatalan mendadak ini merugikan waktu, tenaga, serta memukul kondisi psikologis anak secara serius.
Pernyataan senada dituturkan oleh wali murid lainnya yang juga mengalami nasib sama pada sore hari itu:
"Di sore hari, saya mendapat telepon dari pihak SMAN 1 Cileungsi, bahwa anak saya datanya tidak bisa diinput, karena sistemnya sudah dikunci, dan kami pun menunggu info berikutnya," ujarnya.
Puncaknya terjadi pada Kamis pagi, 17 Juli 2026. Pihak SMAN 1 Cileungsi secara resmi membatalkan status penerimaan kedua calon siswa tersebut.
Keputusan sepihak dalam selang waktu kurang dari 24 jam tersebut menyisakan dampak negatif yang cukup serius. Tidak hanya menguras biaya, energi, dan waktu, keputusan ganjil ini juga memukul kondisi psikologis anak.
Keputusan mencabut siswa dari sekolah swasta yang lama, ditambah pembatalan mendadak dari SMAN 1 Cileungsi, membuat anak berada dalam posisi serba salah dan mengalami guncangan emosional.
"Dampaknya saya merasa dirugikan baik secara waktu, tenaga, maupun psikologis, terutama mental anak saya sehingga dia tidak mau bersekolah di mana pun," ujarnya.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi mau pun klarifikasi terbuka yang dirilis oleh jajaran pimpinan SMAN 1 Cileungsi maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Pemprov Jabar Resmi Kawinkan 13 SMK Maung dengan Puluhan Industri
-
Ogah Buru-buru Aktifkan SPP SMA/SMK, Dedi Mulyadi Pilih Benahi Pengelolaan Dana BOS
-
Menteri Wihaji: Membangun Manusia Tak Seperti Bikin Jalan, Hasilnya Baru Terlihat Jangka Panjang
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain