- Orang tua calon siswa SMAN 1 Cileungsi mengadu ke Gubernur Jawa Barat akibat pembatalan sepihak.
- Panitia SPMB membatalkan penerimaan karena sistem tertutup setelah siswa menyelesaikan seluruh administrasi daftar ulang.
- Dampak pembatalan mendadak ini merugikan waktu, tenaga, serta memukul kondisi psikologis anak secara serius.
SuaraJabar.id - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di Jawa Barat kembali memicu polemik panas. Kali ini, dugaan tindakan tidak profesional menghampiri jajaran panitia di SMAN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Dua orang tua calon siswa mengaku menjadi korban pembatalan sepihak setelah sebelumnya anak-anak mereka dinyatakan resmi diterima untuk mengisi sisa kuota sekolah negeri tersebut.
Merasa dizalimi dan tak mendapatkan kepastian hukum, para orang tua murid menyuarakan kekecewaan mendalam mereka melalui rekaman video yang mendadak viral di media sosial.
Secara terbuka, aduan tersebut diarahkan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, guna menuntut keadilan serta evaluasi total atas sistem tata kelola penerimaan peserta didik di wilayahnya.
Kronologi Pembatalan Sepihak Dari Kepastian Berujung Kekecewaan
Kejadian bermula pada Rabu pagi, 16 Juli 2026. Kala itu, panitia SPMB SMAN 1 Cileungsi menghubungi orang tua calon siswa untuk mengabarkan ketersediaan kursi kosong. Pihak sekolah mengklaim terdapat delapan kuota yang belum terisi akibat mundurnya sejumlah calon murid.
Padahal, saat panggilan telepon itu masuk, anak-anak dari para pelapor telah terdaftar dan sedang menjalani rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sebuah sekolah swasta. Namun, demi menempuh pendidikan di sekolah negeri pilihan, para orang tua bergegas menjemput buah hati mereka untuk mengurus berkas kepindahan.
Setibanya di lokasi, seluruh tahapan administrasi berjalan mulus tanpa hambatan. Pihak sekolah membimbing orang tua untuk mengisi formulir daftar ulang hingga melakukan penandatanganan berkas di atas materai.
"Saya ditelpon dari pihak sekolah bahwa ada pemenuhan kuota dari murid yang mengundurkan diri sekitar 8 siswa. Saya diwajibkan datang dan membawa calon siswa yang sementara siswa tersebut sedang melakukan MPLS di sekolah lain di swasta," kata salah satu orangtua dalam video, dikutip dari akun Instagram @moodpendidikan.co pada Rabu, 22 Juli 2026.
Baca Juga: Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
Lebih lanjut, wali murid tersebut membeberkan kelengkapan berkas yang diurus panitia.
"Kemudian kita diwajibkan mengisi formulir dan mendapatkan form daftar ulang murid baru. Ini yang mencentang semuanya dari guru, tanda tangan juga dari pihak sekolah," ujar salah satu orangtua.
Tepat pada pukul 12.00 WIB, proses dianggap tuntas. Orang tua dan siswa diperbolehkan pulang dengan instruksi tegas agar calon murid bersiap mengikuti MPLS di SMAN 1 Cileungsi pada keesokan harinya.
Alasan Sistem Terkunci yang Membuyarkan Harapan
Sayangnya, kepastian manis itu hanya bertahan beberapa jam. Pada Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB, suasana berbalik 180 derajat. Pihak sekolah kembali menghubungi orang tua murid dengan kabar yang mengejutkan data siswa tidak bisa dimasukkan ke dalam sistem pendaftaran.
"Tepat sekitar jam 4 sore di hari yang sama, kami dihubungi kembali oleh pihak sekolah bahwa siswa tersebut tidak diterima dengan alasan sistem ditutup dan tidak bisa diakses sampai malam hari oleh pihak sekolah," ujar salah satu orangtua.
Berita Terkait
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Pemprov Jabar Resmi Kawinkan 13 SMK Maung dengan Puluhan Industri
-
Ogah Buru-buru Aktifkan SPP SMA/SMK, Dedi Mulyadi Pilih Benahi Pengelolaan Dana BOS
-
Menteri Wihaji: Membangun Manusia Tak Seperti Bikin Jalan, Hasilnya Baru Terlihat Jangka Panjang
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain