- Kebakaran hebat melanda Kampung Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi, pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2026.
- Musibah tersebut menghanguskan lima puluh satu rumah warga serta empat puluh sembilan lumbung padi tradisional.
- Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari hingga 31 Juli 2026.
SuaraJabar.id - Duka mendalam menyelimuti masyarakat adat Kampung Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Kebakaran hebat yang menerjang pada Sabtu (25/7/2026) tak hanya menghanguskan puluhan permukiman warga, tetapi juga memusnahkan puluhan leuit—lumbung padi yang menjadi pilar dan simbol ketahanan pangan tradisi mereka.
Ketua Panitia Logistik Bencana Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Edik Supriatna, mengungkapkan bahwa sedikitnya 51 rumah warga di dua RT ludes dilalap si jago merah.
Tak berhenti di situ, sebanyak 49 leuit berisi cadangan hasil panen padi warga turut musnah terbakar, bersama sejumlah fasilitas publik adat penting.
"Jumlah rumah yang terbakar ada 51 unit dan leuit ada 49. Selain itu, rumah Abah (Imah Gede), balai sosial, ajeng, posyandu, hingga pos ronda total sekitar enam bangunan umum juga ikut terbakar," terang Edik dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com, Minggu (26/7/2026).
Menurut Edik yang juga Kepala Desa Cibodas, kerugian akibat kebakaran tidak hanya berasal dari bangunan yang musnah, tetapi juga dari cadangan pangan masyarakat adat yang tersimpan di dalam leuit.
Ia menjelaskan, setiap leuit rata-rata menyimpan sekitar satu ton hingga lebih dari satu ton padi hasil panen. Sementara Leuit Jimat, lumbung padi utama milik sesepuh adat, diperkirakan menyimpan lebih dari dua ton padi.
"Rata-rata satu leuit menyimpan sekitar satu ton sampai satu ton lebih padi. Yang paling besar, Leuit Jimat milik Abah, bisa mencapai dua ton lebih," ungkap Jaro Edik, panggilan akrabnya.
Dengan jumlah 49 leuit yang terbakar, diperkirakan puluhan ton padi milik masyarakat adat turut musnah dalam kebakaran tersebut.
Baca Juga: 70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi
Pasca kebakaran, warga yang kehilangan tempat tinggal kini sangat membutuhkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah, mengatakan seluruh bantuan sementara dipusatkan di posko darurat yang berada di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya.
"Kebutuhan sementara yang paling dibutuhkan di antaranya beras, mi instan, air mineral, susu bayi, popok, obat-obatan, selimut, kasur lantai, dan perlengkapan penunjang lainnya," ujar Andri.
Ia mengimbau masyarakat, komunitas, maupun para dermawan yang ingin menyalurkan bantuan agar mengirimkannya langsung ke posko darurat agar distribusi dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
"Kalau untuk para korban saat ini mereka ada yang mengungsi di sodara dan tetangga," tambahnya.
Menyusul besarnya dampak kebakaran, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari, terhitung sejak 25 hingga 31 Juli 2026.
Berita Terkait
-
70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi
-
Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Rp10 Juta Tangkap Begal, Syaratnya Pelaku Harus Selamat
-
Lumpuhkan Begal Hidup-hidup, Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah Rp5 Juta Hingga Rp50 Juta
-
Usai Habisi Yani di Kebun Jati Sagaranten, Pelaku Delon Jampank Sempat Unggah Video Penemuan Mayat
-
Siap-Siap! Pemkab Bekasi Gelar Operasi Pajak Gabungan di Tambun Utara, Blokir STNK Penunggak?
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan
-
Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan
-
Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang
-
Cara Menyiapkan Dana Pensiun di Usia Produktif: Percayakan Kepada BRI DPLK
-
Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan