- Sebanyak 1.500 pemuda menghadiri Youth Camp Ahmadiyah di Jawa Barat untuk membentuk karakter dan kedisiplinan.
- Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar menyatakan kegiatan pada 26 Agustus 2026 ini penting untuk mengasah kepedulian sosial.
- Sekretaris Tarbiyat PB Ahmadiyah Mubarak Ahmad Kamil menjelaskan kegiatan ini melatih ibadah, rasa syukur, serta kedisiplinan peserta.
SuaraJabar.id - Sebanyak 1.500 pemuda memadati gelaran Youth Camp Ahmadiyah di Jawa Barat. Kegiatan ini mendapat acungan jempol dari Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, yang menyoroti pentingnya wadah pembentukan karakter dan kedisiplinan bagi generasi penerus.
Menurut Gugun, tantangan anak muda masa kini tidak sekadar menambah wawasan, melainkan bagaimana mengasah kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Anak muda tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga membutuhkan ruang untuk membentuk kedisiplinan dan kepedulian," tegas Gugun pada Rabu (26/8/2026).
Ia melihat penguatan karakter perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten.
Menurut Gugun, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana bagi peserta untuk membangun relasi, bertukar pengalaman, dan memperluas cara pandang.
"Yang menarik dari kegiatan seperti ini adalah adanya proses perjumpaan. Anak muda bertemu dengan teman-temannya, belajar bersama, berdiskusi, dan mendapatkan pengalaman baru. Hal-hal seperti ini akan membentuk cara mereka melihat diri sendiri dan lingkungan," ujarnya.
Gugun berharap semangat yang dibangun selama Youth Camp dapat diteruskan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya berharap apa yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti di sini. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat untuk berbuat baik bisa dibawa ke lingkungan masing-masing," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Tarbiyat PB Ahmadiyah, Mubarak Ahmad Kamil, mengatakan Youth Camp dirancang tidak hanya sebagai kegiatan berkumpul, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan pengembangan diri generasi muda.
Baca Juga: KPAI Soroti Trauma 70 Anak Ahmadiyah, Sembunyi di Tenda Saat Kemping Dibubarkan Massa Bersajam
Salah satu materi yang ditekankan adalah bagaimana peserta membangun kesadaran untuk mengenal Tuhan melalui proses refleksi terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar.
Kamil mengatakan, peserta diajak melihat berbagai keajaiban ciptaan Tuhan sebagai bagian dari proses membangun rasa syukur dan kesadaran terhadap kehidupan.
"Kami mengajak anak-anak muda untuk melihat kehidupan dengan lebih reflektif. Mengenal Tuhan salah satunya bisa dimulai dengan melihat keajaiban ciptaan-Nya. Dari sana muncul rasa syukur dan kesadaran bahwa ada banyak hal yang perlu kita jaga dan kita maknai dalam kehidupan," jelasnya.
Selain itu, pembentukan kedisiplinan menjadi bagian penting dalam kegiatan. Peserta didorong untuk menjaga ibadah salat wajib dan membangun kebiasaan salat Tahajud.
Menurut Kamil, pembiasaan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi sarana melatih konsistensi dan tanggung jawab pribadi.
"Kami ingin membangun kebiasaan baik. Disiplin dalam salat wajib maupun membiasakan Tahajud adalah bagian dari proses melatih konsistensi. Harapannya, kedisiplinan itu kemudian terbawa dalam aktivitas lain, baik dalam belajar, bekerja maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat," ujar Kamil.
Berita Terkait
-
KPAI Soroti Trauma 70 Anak Ahmadiyah, Sembunyi di Tenda Saat Kemping Dibubarkan Massa Bersajam
-
Jubir JAI Bongkar Detik-detik Pembubaran Perkemahan Pemuda Ahmadiyah
-
Kegiatan Perkemahan Pemuda Ahmadiyah Dibubarkan Polisi
-
Kemanusiaan di Atas Segalanya: Ahmadiyah dan Gusdurian Bersatu Demi Stok Darah Tasikmalaya
-
Surati Bupati Tasikmalaya, Koalisi Masyarakat Sipil Tuntut Perlindungan Jemaat Ahmadiyah
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain
-
Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat