Ronald Seger Prabowo
Senin, 21 September 2026 | 20:46 WIB
Gelaran Ngoetfest x Santasea di area kolam renang Santasea, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, menuai keluhan warga. [Sukabumiupdate/dok warga]
Baca 10 detik
  • Acara Ngoetfest x Santasea di Kota Sukabumi pada 21 September 2026 dikritik warga karena dianggap bertentangan dengan kultur lokal.
  • Penyelenggara acara dan pihak manajemen Santasea telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas ketidaknyamanan tersebut.
  • Manajemen Santasea bersepakat dengan warga untuk tidak lagi mengadakan acara dengan konsep pesta kolam renang serupa di masa depan.

SuaraJabar.id - Gelaran Ngoetfest x Santasea di area kolam renang Santasea, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, menuai keluhan warga.

Selain suara musik yang terdengar keras hingga sekitar pukul 22.00 WIB, konsep pool party dengan DJ, band, dan penari berpakaian renang turut menjadi sorotan.

Sejumlah warga menilai konsep acara tersebut tidak sesuai dengan kultur masyarakat setempat.

Menanggapi polemik itu, penyelenggara Ngoetfest, Abuzar, menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang muncul.

"Kami dari pihak panitia dengan segala kerendahan hati memohon maaf jika penyelenggaraan acara Ngoet Fest membuat gaduh dan ketidaknyamanan di masyarakat," kata Abuzar melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Senin (21/9/2026).

Abuzar menyebut pihaknya telah melarang konsumsi alkohol serta penggunaan narkotika dan obat terlarang selama acara. Ia juga mengatakan konsep hiburan yang dihadirkan berupa DJ, band, dan tarian modern di area kolam renang.

Menurutnya, penyelenggara menyadari konsep tersebut menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Sementara itu, Asisten Direktur Santasea Azwar Haikal membenarkan adanya keluhan warga. Pihaknya juga menyampaikan permintaan maaf dan menjadikan polemik tersebut sebagai bahan evaluasi.

"Ke depannya memang itu bakal jadi pembelajaran buat Santasea. Ke depannya harus lebih memperhatikan budaya masyarakat yang ada di Sukabumi," ujar Azwar.

Baca Juga: Sekretaris Dishub Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Siswi PKL

Santasea juga akan memperketat pengaturan volume suara dan membatasi waktu penyelenggaraan acara malam.

Azwar mengatakan pihak Santasea telah bersepakat dengan warga untuk tidak kembali menggelar konsep pool party yang dinilai tidak sesuai dengan kultur masyarakat setempat.

"Khususnya pool party seperti itu tidak akan diadakan kembali," katanya.

Load More