Besok, 143 Orang Gangguan Jiwa Nyoblos di Kota Bekasi

Dwi Bowo Raharjo
Besok, 143 Orang Gangguan Jiwa Nyoblos di Kota Bekasi
Petugas melakukan pengecekan kualitas warna surat suara Pilpres 2019 saat proses pencetakan di PT Aksara Grafika Pratama, Jakarta, Minggu (20/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Jumlah tersebut terbagi dari dua yayasan panti sosial yang ada di Kota Bekasi.

Suara.com - KPUD Kota Bekasi telah merampungkan data jumlah pemilih tetap kepada penyandang disabilitas mental atau orang gangguan jiwa di Pemilu 2019. Setelah ada penambahan, jumlah tersebut menjadi 143 orang.

"Penambahan ini setelah kami mendapatkan data dari Dinas Kependuduka dan Catatan Sipil, seluruhnya itu berjumlah 143 orang gangguan disabilitas mental," kata Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni kepada Suara.com, Selasa (16/4/2019).

Nurul menerangkan, jumlah tersebut terbagi dari dua yayasan panti sosial yang ada di Kota Bekasi. Yaitu, Yayasan Zamrud di Mustika Jaya dan Yayasan Galuh Mustikajaya.

Rinciannya, Yayasan Zamrud di Mustika Jaya sebanyak 12 orang disabilitas mental yang memiliki KTP Kota Bekasi dan 22 orang dengan KTP luar Kota Bekasi.

Sedangkan Yayasan Galuh di Mustikajaya tercatat 25 orang dengan disabilitas mental memiliki KTP Kota Bekasi dan 84 lainnya dengan KTP luar kota.

"Pagi tadi kita sudah mendistribusikan formulir C6-nya ke yayasan masing-masing. Besok dipastikan mereka (penyandang disabilitas mental) dapat menyalurkan hak pilihnya di TPS," ujar dia.

Meski demikian, Nurul mengatakan pihaknya tidak dapat memaksa penyandang disabilitas mental untuk mencoblos atau menyalurkan hak politiknya di Pemilu 2019 ini.

"Petugas TPS akan membawa alat-alat saja. Jika ada yang tidak dapat mencoblos kami tidak memaksa. Kami juga sudah meminta kepada pihak yayasan agar dokter selalu sedia," pungkasnya.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS