Bawaslu Jabar Temukan 656 Pelanggaran Pemilu 2019

Bangun Santoso
Bawaslu Jabar Temukan 656 Pelanggaran Pemilu 2019
Ilustrasi Pemilu 2019. [Suara.com/Arief Hermawan P]

Namun demikian, tidak semua temuan itu masuk ranah hukum atau pidana

Suara.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menerima ratusan laporan akan dugaan pelanggaran yang terjadi sepanjang proses Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan menuturkan, terhitung hingga akhir proses pemungutan suara baik pilpres maupun pemilihan legislatif atau pileg, pihaknya telah menerima laporan sebanyak 656 kasus.

"Sebanyak 570 sekian temuan dari jajaran kami di lapangan. Sedangkan ada 167 laporan berasal dari masyarakat," kata Abdul, Senin (29/4/2019).

Menurut dia, semua pelanggaran yang ditemukan Bawaslu dan laporan masyarakat itu tidak semua masuk ke ranah hukum. Temuan dan laporan dari warga itu menjadi sebuah bukti atas peran aktif masyarakat dalam mengawal Pemilu 2019.

"Ini merupakan respon masyarakat atas fungsi dari pengawasan juga antisipasi publik, mereka datang kemudian berani melaporkan. Kami apresiasi," kata Abdul.

Ia menyebutkan, ada 372 kasus admintrasi selama Pemilu 2019 di Jawa Barat. Sedangkan, ada empat kasus politik uang yang kini sudah masuk tahap putusan.

"Di masa tenang sekitar 13 kasus pidana politik uang calon legislatif yang diterima Bawaslu. Hingga kini, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian," jelasnya.

Kasus itu tersebar di 10 wilayah di Provinsi Jawa Barat. Seperti di Indramayu, Pangandaran, Ciamis, Kota Bandung dan Subang.

Selanjutnya, ketika di hari pemungutan suara juga terpantau terjadi beberapa pelanggaran terutama mengenai masalah logistik yang belum terpenuhi di TPS.

Kontributor : Supriyadi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS