Ketua GARIS Bekasi: Kami Tidak Ada Hubungannya Dengan ISIS

Ketua GARIS Bekasi Maulana Alhamdani meminta agar kepolisian dapat teliti agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.

Chandra Iswinarno
Senin, 27 Mei 2019 | 19:47 WIB
Ketua GARIS Bekasi: Kami Tidak Ada Hubungannya Dengan ISIS
Ketua Gerakan Rijalul Islam (GARIS) Bekasi Maulana Alhamdani. [Suara.com/M Yacub Ardiansyah]

SuaraJabar.id - Ketua Gerakan Rijalul Islam (GARIS) Bekasi Maulana Alhamdani menegaskan organisasinya tidak terafiliasi dengan ISIS.

"Soal ada afiliasi (ISIS) kami tidak ada hubungannya, kami korban salah tangkap. Saya cermati ada korelasi yang diinginkan kepolisian sama nama (GARIS). Padahal harusnya tahu dari logo saja kami (GARIS Bekasi) sudah beda sama yang di daerah lain (Cianjur)," ujarnya, Senin (27/5/2019).

Dikemukakan Maulana, selama ini petinggi kepolisian telah memberikan atensi kepada bawahannya untuk mengawasi pergerakan GARIS. Namun, yang dimaksud bukanlah GARIS yang ia dirikan.

"GARIS itu singkatannya ada dua yah, ada Gerakan Rijalul Islam (GARIS) milik kami, dan Gerakan Reformasi Islam (GARIS) Cianjur. Kami didirikan sejak tahun 2004 dan berbadan hukum, yayasan kami untuk sosial dan pendidikan," bebernya.

Baca Juga:Soal Busur dan Panah Di Dalam Ambulans, Ketua Garis: Itu Klaim Polisi Saja

Kekinian, kata dia, pihaknya juga telah melakukan klarifikasi ke Polda Metro Jaya. Tujuannya untuk meluruskan apa yang telah polisi publikasi. Ia meminta agar kepolisian dapat teliti agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.

Untuk diketahui, dalam aksi 22 Mei lalu, polisi menyatakan adanya temuan busur dan bambu runcing yang berada di dalam mobil ambulans berlogo GARIS.

Ambulans bernomor polisi B 1132 KIX berwarna hijau tersebut ditemukan di belakang Gedung Bawaslu RI, Jakarta.

Dari informasi yang diterima Suara.com, ambulans itu milik Gerakan Rijalul Islam (GARIS) yang bermarkas di permukiman padat Jalan Ki Mangun Sarkoro RT 05/03, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Mengenai adanya temuan busur dan bambu, hal tersebut dibantah Maulana Alhamdani. Meski begitu, Maulana membenarkan ambulans yang disita sebagai barang bukti oleh kepolisian memang milik kelompoknya.

Baca Juga:Ambulans GARIS Disita Polisi saat Kerusuhan 22 Mei, Isi Bambu Runcing

"Saya terangkan yah, ambulans itu milik yayasan kami (GARIS) bukan Ormas (Organisasi Masyarakat). Ambulans itu memang dipakai ke Jakarta untuk membantu mengantar logistik makanan, untuk buka puasa dan sahur," terang Maulana, Senin (27/5/2019) kepada Suara.com.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak