Rombongan Wisatawan Jadi Korban Penganiayaan di Puncak, Begini Kronologinya

Penganiayaan itu baru berakhir setelah beberapa warga melerai.

Chandra Iswinarno
Senin, 10 Juni 2019 | 12:32 WIB
Rombongan Wisatawan Jadi Korban Penganiayaan di Puncak, Begini Kronologinya
Korban penganiayaan saat dirawat di pelayanan kesehatan terdekat. [Dokumentasi]

SuaraJabar.id - Rombongan wisatawan asal Jakarta menjadi korban penganiayaan sekelompok orang di jalan alternatif Puncak tepatnya di Kampung Baru, Desa Cibereum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut seorang korban, Raden Nurhadi (30), peristiwa bermula saat ia bersama keluarga sedang beriringan mobil dalam perjalanan berlibur di kawasan Puncak pada Sabtu (8/6/2019) kemarin.

Setibanya di lokasi, mobilnya mendadak disalip mobil lainnya dari belakang sambil membunyikan klakson beberapa kali. Karena merasa kendaraan tesebut ugal-ugalan, mobil rombongan Raden membalas membunyikan klakson.

"Setelah itu, di depan mobil mereka berhenti dan menghadang mobil kami. Ada sekitar 10 orang pada datang nyamperin sambil maksa buka pintu mobil," kata Raden, saat dihubungi Suara.com, Senin (10/6/2019).

Baca Juga:Marah Ditegur saat Main Petasan, Anak Punk Aniaya Warga Pakai Taring Babi

Kemudian, mereka pun terlibat cekcok hingga berujung kepada penganiayaan terhadap keluarga Raden. Akibatnya, lima anggota keluarga Raden termasuk kedua orangtuanya mengalami luka-luka karena pukulan.

"Mereka mukulinnya pakai tangan kosong. Ibu sama bapak saya juga yang lagi stroke juga disuruh turun sambil dipukulin tongkatnya ditarik sampai jatuh. Pokoknya brutal deh, warga yang lihat ada juga yang ikut mukul," ungkap Raden.

Penganiayaan itu baru berakhir setelah beberapa warga melerai. Setelah kejadian tersebut Raden yang juga merupakan wartawan televisi CNBC dan keluarganya berharap ada pertanggungjawaban dari para pelaku.

"Alhamdulillah, sudah mulai membaik. Rencananya besok dari para pelaku, kepala desa setempat (Cibereum) sama tokohnya mau ke rumah minta maaf. Kalau kami siap tapi kalau terjadi sesuatu kepada keluaga saya ke depan mereka tanggung jawab," ungkapnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cisarua Iptu Irwan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan penganiayaan tersebut berawal dari kesalahpahaman antara kedua belah pihak di jalanan.

Baca Juga:Ini Tampang Penusuk Pipi Kanan Brigadir Toama saat Jaga Mudik Lebaran

"Mereka salah paham. Pihak korban merasa para pelaku ugal-ugalan. Kalau pihak pelaku mereka warga situ yang sedang bawa tokoh agama setempat dan orang sakit, kemudian merasa sempat dengar dikatain hewan (anjing)," ujar Irwan.

Pihaknya mengaku sudah memfasilitasi keduanya untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Namun demikian, jika korban akan menempuh jalur hukum polisi siap memprosesnya.

"Rencananya besok dari pihak pelaku dengan kepala desa dan tokoh-tokohnya mau datang ke rumah korban di Jakarta minta maaf. Ya kalau kita hanya menengahi, tapi kalau mau proses kita siap menerima," tutur Irwan.

Kontributor : Rambiga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak